Alasan Pemerintah Naikkan Cukai Rokok 10,04 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebijakan tarif cukai rokok ternyata berimbas pada rontoknya industri di kelas menengah dan bawah. Raksasa asing semakin mendominasi?

    Kebijakan tarif cukai rokok ternyata berimbas pada rontoknya industri di kelas menengah dan bawah. Raksasa asing semakin mendominasi?

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memutuskan menaikkan besaran cukai rokok. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan cukai rokok itu mencapai 10,04 persen. "Skenario kenaikan berlaku 1 Januari 2018," kata Sri Mulyani di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017. 

    Sri Mulyani mengatakan ada empat hal yang menjadi pertimbangan pemerintah menaikkan cukai rokok. Pertama, dari masukan masyarakat, pemerintah perlu mengendalikan konsumsi rokok karena menyangkut aspek kesehatan. Lalu pemerintah berharap dengan bertambahnya cukai rokok akan mendongkrak penerimaan negara. 

    Baca: Gerakan Pemuda Ini Mendukung Pemerintah Naikkan Cukai Rokok

    Selain itu, kata Sri Mulyani pemerintah berharap kenaikan cukai rokok dapat menekan peredaran rokok ilegal. "Kami juga memperhatikan dampaknya terhadap kesempatan kerja, terutama pada petani dan buruh rokok," ucapnya. 

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan kenaikan cukai sebesar 10,04 persen secara detail akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Nantinya, menurut Sri Mulyani, besar kenaikan akan disesuaikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berdasarkan pengelompokan atau komposisi dari masing-masing perusahaan rokok. "Tidak semua naik tarif 10,04 persen, tetapi ada yang naik lebih tinggi dan ada yang lebih rendah," kata dia. 

    Ke depan, kata Sri Mulyani, Presiden Joko Widodo berharap para petani tembakau agar mempersiapkan menanam produk pertanian lainnya. Pemerintah akan mencari cara bila ada petani yang terkena dampak dari kebijakan cukai. Pemerintah tidak ingin lepas tangan bila ada petani yang terkena dampak dari kenaikan cukai. 

    Pada kesempatan terpisah, Presiden Joko Widodo menyatakan ada banyak pertimbangan keputusan menaikkan tarif cukai rokok. Dari hasil rapat dengan kementerian terkait diperoleh besaran kenaikan di posisi 10,04 persen. "Pertimbangannya ada petani, pekerja, kesehatan, dan rokok ilegal. Hitungannya ketemu tadi," kata Jokowi. 

    Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka. Rapat itu membahas tentang rancangan undang-undang pertembakauan di sektor cukai rokok. Hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Lalu ada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.