Harga Pangan Relatif Stabil, Darmin: Inflasi Bakal Sesuai Target

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjawab pertanyaan wartawan saat Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di Kantor  Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjawab pertanyaan wartawan saat Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, 15 Oktober 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution optimistis laju inflasi tahun ini akan sesuai dengan target, yaitu di bawah 4 persen secara tahunan (YOY). Inflasi diperkirakan berada di kisaran 3,7-3,8 persen (YOY). 

    Darmin menuturkan salah satu faktor rendahnya inflasi adalah harga pangan yang relatif stabil tahun ini. "Tahun ini tahun yang baik dari segi pangan," katanya di kantornya, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017. Pasalnya, curah hujan tak terlalu banyak dibanding tahun lalu.  

    Baca: Inflasi Bisa di Bawah 3,5 Persen Tahun Depan dengan Catatan...

    Curah hujan yang tak terlalu banyak, menurut Darmin, baik untuk tanaman, terutama padi. Beras selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar.  

    Pada awal tahun, Darmin mengakui ada sedikit kekhawatiran karena panen terjadi terlalu cepat, yaitu sekitar Februari. Waktunya berbarengan dengan musim hujan. Saat itu, banyak gabah yang tidak bisa dikeringkan. 

    Dengan membaiknya musim, Darmin menuturkan Indonesia tidak akan mengimpor beras. "Tentu, kecuali beras-beras khusus, seperti beras untuk orang diabetes," ujarnya. 

    Yang menjadi perhatian Darmin saat ini adalah harga cabai dan bawang merah yang jatuh. Dia berencana memanggil sejumlah menteri terkait untuk membahas dua komoditas yang sempat memicu kenaikan inflasi beberapa waktu lalu itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.