BPK Targetkan Audit Alutsista Rampung Dua Bulan Lagi

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AU beraksi dengan membawa spanduk pada upacara peringatan HUT ke-72 TNI di Pekanbaru, Riau, 5 Oktober 2017. Peringatan HUT ke-72 TNI di Pekanbaru yang bertemakan 'Bersama Rakyat TNI Kuat' ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan drama kolosal perjuangan, pameran alutsista serta pertunjukan flypass pesawat tempur dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. ANTARA

    Prajurit TNI AU beraksi dengan membawa spanduk pada upacara peringatan HUT ke-72 TNI di Pekanbaru, Riau, 5 Oktober 2017. Peringatan HUT ke-72 TNI di Pekanbaru yang bertemakan 'Bersama Rakyat TNI Kuat' ini dimeriahkan dengan beberapa pertunjukan drama kolosal perjuangan, pameran alutsista serta pertunjukan flypass pesawat tempur dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja menargetkan audit alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dilakukan lembaganya akan selesai dalam waktu dua bulan lagi. "Baru berjalan satu bulan. Biasanya audit targetnya tiga bulan selesai," kata Moermahadi kepada Tempo di Jakarta, Sabtu, 14 Oktober 2017.

    Ia menuturkan belum mengetahui secara detail sejauh mana audit sudah dilakukan oleh timnya. Menurut dia, audit tersebut masih terus berjalan, dan memang belum selesai dilakukan. "Masih berjalan. Saya tidak tahu sejauh mana (audit sudah dilakukan)," ujarnya.

    Audit pengadaan alutsista oleh BPK ini berawal dari terendusnya unsur korupsi dalam pengadaan helikopter Augusta Westland 101 oleh Kementerian Pertahanan. Salah satunya berkaitan dengan indikasi penggelembungan harga sehingga keuangan negara dirugikan sekitar Rp 220 miliar dari nilai pembelian helikopter seharga Rp 738 miliar.

    Adapun audit tersebut bukan atas inisiatif BPK sendiri. Audit itu merupakan hasil dari permohonan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Gatot ingin pengadaan alutsista ini terang benderang mengenai mana saja yang bermasalah.

    Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I dari BPK, pengadaan alutsista disinggung. Disebutkan dalam laporan ada satu permasalahan ihwal kekurangan volume atas pengadaan bekal kesehatan, alutsista, dan pekerjaan konstruksi pada Kementerian Pertahanan dan TNI senilai Rp 13,17 miliar.

    IMAM HAMDI

     Baca juga: Pak Jokowi, Ternyata Inilah Pemicu Heboh Senjata Brimob


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.