TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang membangun dua kapal penyeberangan jenis "roll on roll off" (kapal Ro-Ro) dan lima dermaga untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Muara, kawasan Danau Toba, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu, 14 Oktober 2017, mengatakan pembangunan kapal dan dermaga tersebut akan makin mendukung Danau Toba sebagai tujuan pariwisata dunia.
"Danau Toba ini luar biasa indahnya. Jadi, harus didukung infrastruktur yang juga memadai," katanya.
Saat ini, lanjut Menhub, sudah tersedia tiga kapal Ro-Ro, dua di antaranya dari Kemenhub dan satu lagi dari PT ASDP Indonesia Ferry, yang melayani penyeberangan di Danau Toba.
Baca: Dua Lokasi Disiapkan untuk Pelaksanaan Festival Danau Toba
"Dengan dibangun dua lagi, maka ada lima kapal yang siap melayani masyarakat termasuk wisatawan," katanya.
Dua kapal Ro-Ro yang tengah dibangun Kemenhub memiliki panjang 48,5 meter dan lebar 12,6 meter. Kapal berkapasitas 300 "gross tonnage" (GT) tersebut mampu menampung 280 penumpang dan 32 kendaraan roda empat.
Kontrak pengadaan kapal ditandatangani pada Agustus 2017 dengan jadwal penyelesaian pembangunan pada November 2018. "Kalau kapal baru sudah dioperasikan, maka jadwal keberangkatan kapal yang sebelumnya bisa lebih dari satu jam menjadi hanya 15 menit sekali," ujarnya.
Sementara, dari rencana pembangunan lima dermaga, dua di antaranya berada di Pulau Samosir, sementara tiga lainnya di sisi luar Danau Toba. "Tambahan fasilitas lima kapal dan lima dermaga ini akan memudahkan konektivitas warga dan juga wisatawan menikmati keindahan Danau Toba yang luar biasa," kata Menhub.
ANTARA