Ini Alasan Kalbar Jadi Tuan Rumah Hari Pangan Sedunia 2017

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korporatisasi Petani untuk  Mencapai Swasembada Pangan

    Korporatisasi Petani untuk Mencapai Swasembada Pangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan pemilihan Provinsi Kalimantan Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan peringatan Hari Pangan Sedunia disepakati setahun sebelumnya. "Kesepakatan bersama saat penyelenggaraan di Boyolali," kata dia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Sebenarnya, kata Agung, ada beberapa daerah yang mengajukan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan hajatan tahunan itu. Namun, pada akhirnya forum bersepakat memilih Kalimantan Barat lantaran provinsi itu bisa menunjukkan bahwa kawasannya bisa surplus padi. Menurut laporan terakhir, Agung menyebutkan provinsi itu kelebihan panen padi hingga 300 ribu ton.

    Selain itu, dia mengatakan, sesuai dengan program kerja Presiden Joko Widodo yang di tahun ketiganya ini berfokus pada pemerataan, maka pergelaran Hari Pangan Sedunia itu juga mengambil daerah pinggiran dan pedalaman, atau daerah perbatasan. "Jadi kita ambil perbatasan Indonesia dan Malaysia," kata dia. Dengan begitu, kata dia, Indonesia bisa membuktikan bahwa daerah perbatasan Indonesia bisa menghasilkan komoditas pangan.

    Pertimbangan lainnya, ujar Agung, adalah mudahnya akses ke ibukota Kalimantan Barat, Pontianak lantaran banyaknya jadwal penerbangan ke sana. Sebelumnya, dia menceritakan penyelenggaraan agenda Pekan Nasional tentang Petani Nelayan di Aceh yang jadwal penerbangannya tidak terlalu banyak, sehingga memaksa panitia meminta adanya penerbangan tambahan ke sana.

    Dia mengatakan persiapannya kini sudah masak. Sejumlah Liaison Officer (LO) sudah direkrut dan disiapkan untuk pagelaran itu. "Penginapan juga sudah siap, semuanya cukup memadai," kata dia.

    Kementerian Pertanian bakal menyelenggarakan peringatan Hari Pangan Sedunia yang ke 37 di Tanjungpura, Kalimantan Barat pada 19 sampai 22 Oktober 2017.

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan tema yang dibicarakan adalah soal penanganan permasalahan akibat migrasi dan upaya menarik anak muda untuk tertarik mebangun pertanian.

    "Tema ini dipilih lantaran turunnya jumlah petani muda karena tertarik bekerja di kota. Permasalahan ini juga berskala internasional contohnya di Malaysia,Filipina, Dan Thailand yang jumlah petaninya turun akibat migrasi," ujarnya.

    Kegiatan itu, kata dia, bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya anak muda, mengenai pembangunan di bidang pangan, sehingga dicapai pemahaman mengenai pencapaian dan permasalahan yang ditemukan di lapangan.

    Dia juga berharap kegiatan itu bisa memperkuat kerjasama, baik dari pemerintah, swasta, petani, dan pelaku pertanian lainnya untuk mewujudkan ketahanan pangan. Dengan begitu, menurut dia target Indonesia menjadi lumbung pangan pada tahun 2045 bisa tercapai.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.