YLKI: Registrasi Kartu Prabayar Bisa Mengurangi Kriminalitas

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model menunjukkan Nano SIM Card (kiri) saat peluncurannya di XL Center Mega Kuningan,  Jakarta, Jumat (28/9). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Seorang model menunjukkan Nano SIM Card (kiri) saat peluncurannya di XL Center Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (28/9). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyambut positif langkah pemerintah menerapkan aturan pendaftaran atau registrasi kartu prabayar. YLKI menilai hal tersebut akan mendorong industri telekomunikasi menjadi lebih sehat.

    Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan pendaftaran kartu prabayar sudah banyak diterapkan di sejumlah negara dan berhasil meminimalkan penyalahgunaan nomor untuk tindakan kriminal.

    "Peraturan mengenai registrasi kartu prabayar ini sebenarnya bukan aturan baru. Negara lain banyak yang sudah menjalankan ini dan hasilnya cukup baik," tuturnya di Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2017.

    Baca: Pengguna Kartu Prabayar yang Tidak Registrasi Akan Diblokir

    Tulus berharap melalui akses kependudukan yang diberikan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil kepada operator seluler dapat menjadi instrumen pengendalian serta penyalahgunaan kartu prabayar. Selain itu, menurut Tulus, industri menjadi lebih sehat dengan adanya aturan baru ini.

    "Saya berharap melalui aturan registrasi kartu prabayar ini, industri menjadi lebih sehat dan kriminalitas melalui kartu prabayar bisa dikurangi," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.