Selasa, 26 Juni 2018

Kepala BKPM: Orang Suka Pamer Foto Jalan-jalan Ketimbang Belanja

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong mengatakan demam media sosial menyebabkan perubahan gaya hidup. Foto-foto yang diunggah di media sosial seperti Instagram atau Snapchat lebih banyak tentang perjalanan dan wisata dibandingkan memamerkan barang-barang mahal. 

    "Lifestyle ini ada dua aspek yang pertama lifestyle commodity seperti kopi, kakao, coconut, rempah-rempah seperti pala nutmeg. Kemudian lifestyle services. Di situ tentunya kita bicara pariwisata," kata Thomas Trikasih Lembong.

    Menurut Thomas saat ini dianggap keren bila mengunggah foto di Labuan Bajo atau di atas gunung. Di sektor pariwisata ia percaya bahwa Indonesia dalam posisi yang sangat kuat dalam menggarap peluang tersebut. "Ratusan juta manusia lagi masuk ke middle class, itu mereka kelas menengah. Pertama mereka mau beli lifestyle commodity resto, cafe, semua restoran di cafe itu butuh mebel cangkir piring rempah-rempah kopi kakau, lalu mereka juga mau jalan-jalan berwisata," kata Thomas Lembong.

    Menurutnya Presiden Joko Widodo mengatakan adanya pergeseran pola konsumsi dari offline ke online, dari barang, lebih ke pengalaman, petualangan, dan kenangan-kenangan. Dari situ dapat dilihat digital termasuk media sosial juga punya dampak besar yang lain kepada lifestyle produk dan lifestyle services. "Perkembangan teknologi dan gaya hidup kian menyatu," ujar Thomas Lembong.

    Salah satunya dengan dengan ecommerce produk dan jasa bisa diinternasionalkan dengan mudah. "Internet itu benar-benar borderless, tidak kenal batas," kata Thomas Lembong.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.