Banyak Promo Online, Begini Tips Untuk Karyawan di Awal Bulan Gajian

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gudang perusahaan toko online Lazada di Jakarta, 15 April 2016. Lazada menjual berbagai produkdari pakaian hingga barang elektronik konsumendi Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. REUTERS/Darren Whiteside

    Suasana gudang perusahaan toko online Lazada di Jakarta, 15 April 2016. Lazada menjual berbagai produkdari pakaian hingga barang elektronik konsumendi Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Maraknya promo potongan harga di sejumlah toko online membuat masyarakat tergiur untuk membelanjakan uang mereka. Terlebih bagi karyawan yang mempunyai penghasilan bulanan.

    Agar tidak terjebak dengan sejumlah tawaran diskon yang bisa membuat kantong jebol, Eko Endarto, perencana keuangan Finansia Consulting, mempunyai kiat agar gaji bulanan mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan mempunyai tabungan.

    "Dalam mengelola keuangan harus membuat skala prioritas," kata Eko saat dihubungi Tempo, Rabu, 11 Oktober 2017.

    Eko mengatakan dalam pengeluaran kebutuhan sehari-hari, karyawan harus mempunyai daftar untuk memanfaatkan uang mereka. Karyawan harus membagi pengeluaran ke dalam tiga kategori, terutama yang sifatnya wajib, kebutuhan dan keinginan.

    "Kalau wajib yang sifatnya tidak bisa ditunda, dan digantikan seperti pengeluaran untuk membayar listrik, dan biaya pendidikan," katanya. Sedangkan, pengeluaran yang sifatnya kebutuhan sifatnya tidak bisa ditunda, tetapi bisa digantikan.

    Eko mencontohkan pengeluaran yang bersifat kebutuhan seperti membelanjakan kebutuhan makanan sehari-hari, yang jenisnya bisa diganti, tetapi tidak bisa ditunda. Selain itu, pengeluaran yang sifatnya keinginan merupakan kebutuhan yang bisa ditunda dan diganti, seperti rencana makan di restoran.

    "Yang pasti karyawan harus membagi pengeluarannya ke dalam tiga jenis tersebut," ucapnya.

    Eko menambahkan selain membagi jenis pengeluaran, karyawan mesti membagi pendapatannya selama satu bulan ke dalam empat pekan. Jadi, setelah mendapatkan gaji, para karyawan bisa memanfaatkan gajinya untuk kebutuhan sehari-hari dalam sebulan.

    Selain itu, karyawan juga bisa menetapkan daftar hari untuk berbelanja kebutuhan yang diperlukan selama sepekan. "Misalnya, pilih hari rabu untuk membeli kebutuhan sehari-hari setiap pekannya. Dan manfaatkan hari itu saja untuk berbelanja sesuai keperluan," ujarnya.

    Selain itu, bagi para lajang harus muai memikirkan untuk menabung dengan cara investasi. Karyawan yang masih muda bisa membagi gajinya untuk investasi properti atau saham. "Kalau masih lajang bisa investasi jangka panjang seperti itu (properti dan saham)," ucapnya.

    Jika sudah berkeluarga, kata dia, investasi yang lebih diutamakan adalah pendidikan anak, asuransi dan kredit rumah jika masih ada tanggugan tersebut. "Bisa juga deposito kalau yang belum punya anak," ujarnya.

    Eko menyarankan karyawan yang gajinya masih belum besar atau setara dengan upah minimum regional, untuk benar-benar cermat dalam mengelola keuangan. Bahkan, mereka diharuskan untuk membuat jadwal dan daftar kebutuhan yang akan mereka beli.

    Selain itu, kata Eko, jangan cepat tertarik dengan potongan harga murah dari banyaknya tawaran berbagai barang di toko online. Namun, jika ingin berbelanja online tetap cari harga yang paling murah, tetapi sesuai dengan yang dibutuhkan. "Kalau belanja tetap, cari yang termurah," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.