Selasa, 26 Juni 2018

IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan RI Menjadi 5,2 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 22_ekbis_IMF

    22_ekbis_IMF

    TEMPO.CO, Washington - Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini seiring dengan estimasi berlanjutnya pemulihan global. Dalam rilisnya disebutkan perekonomian Indonesia tahun ini diproyeksikan mencapai 5,2 persen.

    Dalam laporan World Economic Outlook bertajuk “Seeking Sustainable Growth: Short-Term Recovery, Long-Term Challenges” yang dirilis Selasa kemarin, 10 Oktober 2017, proyeksi perekonomian Indonesia tersebut naik tipis dari estimasi per April 2017 sebesar 5,1 persen. 

    Baca: Genjot Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan, Ini Strategi Sri Mulyani

    Dengan demikian, proyeksi IMF tersebut sama dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang dipatok dalam APBNP 2017.  Estimasi ini menjadi sama dengan rata-rata proyeksi Asean-5 sebesar 5,2 persen, naik dari sebelumnya 5 persen. "Secara gabungan ini dikarenakan lebih kuatnya demand dari China dan Eropa,” tulis IMF dalam laporan tersebut.

    Di antara negara Asean-5, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia itu berada di posisi ketiga tertinggi setelah Filipina sebesar 6,6 persen dan Vietnam 6,3 persen. Sisanya, yakni Malaysia dan Thailand masing-masing sebesar 5,4 persen dan 3,7 persen.

    Kendati merevisi ke atas proyeksi laju produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun ini, IMF tidak mengubah outlook tahun depan. IMF masih mempertahankan estimasi perekonomian Indonesia tumbuh 5,3 persen pada 2018.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mematok pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 sebesar 5,4 persen. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, pemerintah ingin komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,3 persen.

    "Kami asumsikan kredit perbankan akan tumbuh cukup tinggi. Kalau dilihat dari realisasinya sampai pertengahan tahun ini, ini masih perlu ditingkatkan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, pertengahan Agustus lalu.

    BISNIS

    Baca juga: Pemilu 2019: Jokowi Bisa Kalahkan Penantang Baru, Jika…


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.