Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 1,8 Juta Benih Lobster

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gagal Diselundupkan, Benih Lobster Kembali Dilepasliarkan

    Gagal Diselundupkan, Benih Lobster Kembali Dilepasliarkan

    TEMPO,CO. Jakarta - Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 1,8 juta ekor selama Maret hingga Oktober 2017.

    "Total kerugian negara atas penyelundupan itu Rp 281 miliar," kata Kepala Pusat Karantina dan Keamanan Hayati Ikan BKIPM Riza Priyatna, di KKP, Jakarta, 9 Oktober 2017.

    Simak: Tiga Lembaga Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 7 M

    Dia mengatakan, benih lobster yang paling banyak diselundupkan adalah jenis mutiara. "Lobster jenis ini harganya paling tinggi," kata dia.

    Berdasarkan hasil penggagalan tersebut, 45 tersangka telah ditetapkan dan sebagian besar telah divonis di pengadilan Tangerang, Lombok Tengah, Denpasar, Pangkal Pinang, Lampung, Sleman, Kendari, Banten, Bekasi dan Bogor.

    Sedangkan untuk kasus penangkapan di Pelabuhan Bakaheuni Lampung masih dalam proses penyidikan Bareskrim Polri. Untuk kasus terakhir yang tengah ditangani adalah penyelundupan 32.200 ekor benih lobster di Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu, 7 Oktober 2017.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu, Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pipit Rismanto mengatakan, modus operandi pelaku penyelundupan semakin beragam. Penyelundupan, kata dia juga tidak selalu melalui jalur masuk bandara dan pelabuhan, tapi juga darat.

    "Ada yang menyewa rumah di tengah kota yang jauh dari laut untuk tempat penyimpanan agar mengelabui petugas," kata dia.

    ROSSENO AJI NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.