Senin, 24 September 2018

Penjualan Apartemen Green Pramuka City Bakal Naik Signifikan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Green Pramuka City

    Green Pramuka City

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pemasaran PT Duta Paramindo Sejahtera Jeffry Yamin proyek apartemen  Green Pramuka City di Jakarta Pusat bakal hingga akhir tahun ini akan membukukan kenaikan penjualan yang cukup signifikan. Kenaikan ini bertolak belakang dengan penjualan sepanjang dua tahun lalu yang sangat lemah.

    Sejak tahun lalu hingga September ini, dari proyek Green Pramuka City di Jakarta Pusat perusahaan sudah meraup penjualan untuk 1.800-an unit. Adapun dari unit siap huni sekitar 1.700 unit diharapkan dapat terjual hingga 90 persen sepanjang kuartal IV tahun 2017 ini.

    Baca: Penjualan Properti Terus Naik hingga 2018, Termasuk Apartemen

    Untuk mengejar target itu, kata Jeffry, perusahaan berencana menggelar sejumlah promo akhir tahun yang menarik. “Promo untuk Oktober saja kami akan beri kemudahan cicilan hingga 120 kali bagi konsumen yang tidak memenuhi persyaratan perbankan untuk mengambil kredit pinjaman tetapi lulus BI  checking,” katanya akhir pekan lalu.

    Bila dibandingkan dengan penjualan properti pada 2014-2015 yang menurun, PT Duta Paramindo Sejahtera justru mencatatkan peningkatan yang signifikan hingga 200 persen. 

    Menurut Jeffry, saat ini perusahaan memiliki sembilan menara yang sudah siap dihuni. Untuk menara delapan yang dilepas tahun lalu sudah mencatatkan penjualan 60 persen, sedangkan menara kesembilan yang dirilis Juli lalu sudah terjual sekitar 40 persen atau 400 unit studio seharga Rp 400 jutaan sudah habis.

    Adapun harga tiap unit yang saat ini berkisar dari Rp 400 jutaan — Rp 1 miliar. Menurut Jeffry, proyek apartemen kelas menengah milik perusahaan masih menjadi yang terfavorit di kelasnya karena akses yang mudah untuk menjangkau ruang publik maupun transportasi umum.

    Sejak 2010 mulai dibangun, proyek apartemen ini telah menjalani dua tahap pengembangan dengan sembilan menara di dalamnya. Rencananya, ada dua tahap pengembangan lagi yang akan dilakukan dengan membangun delapan menara baru sehingga total mencapai 17 menara. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.