Jabar Surga Bagi Investor

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jawa Barat memiliki daya tarik yang begitu memikat bagi para investor.

    Jawa Barat memiliki daya tarik yang begitu memikat bagi para investor.

    INFO JABAR -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Jawa Barat merupakan surga investasi di Indonesia. Visi Pemprov Jabar, kata Wagub, mewujudkan Jawa Barat sebagai lokasi penanaman modal terbaik di Asia Tenggara pada 2025.

    "Jawa Barat memiliki daya tarik yang begitu memikat bagi para investor, salah satunya memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, bahkan terbesar di Indonesia," katanya di hadapan para peserta 'West Java Investor Forum’ yang digelar di Gedung Sate, Bandung, Jumat , 6 Oktober 2017.

    'West Java Investor Forum,' dihadiri jajaran Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), Islamic Development Bank (IDB), para Pimpinan Group Businessman Forum "THIQAH", serta para investor atau calon investor dari sejumlah negara Timur Tengah, negara anggota OKI dan ASEAN.

    Wagub mengungkapkan, tahun ini jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 47,38 juta jiwa, dengan jumlah angkatan kerja sekitar 18,79 juta orang. Jawa Barat memiliki kontribusi terhadap GDP Indonesia sebesar 13,08 persen atau peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Pada Sektor manufaktur kontribusi Jawa Barat terhadap GDP mencapai 43,03 persen.

    "Jawa Barat juga menjadi salah satu dari dua provinsi di Pulau Jawa yang mampu mencatatkan trend kinerja ekonomi positif pada triwulan II 2017 yang tumbuh sebesar 5,29 persen, inflasi yang terkendali di angka 4,31 persen," ujar Demiz, sapaan akrab Wagub.

    Terkait investasi , menurut Demiz, sampai Semester I 2017, Jawa Barat masih menjadi provinsi tujuan Penanaman Modal Asing (PMA) terbesardi Indonesia, dengan nilai investasi sebesar Rp33,21 triliun atau sekitar 2,49 miliar dolar AS. Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jabar menduduki terbesar kedua di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar Rp 20,89 triliun atau sekitar 1,57 miliar dolar AS. Total realisasi investasi PMA dan PMDN di Jawa Barat pada semester pertama 2017 sebesar Rp 54,11 triliun atau sekitar 4,06 miliar dolar AS, dengan jumlah proyek sebanyak 4.018 yang menyerap tenaga kerja sebanyak 101.452 orang.

    Investasi asing terbesar ditanamkan pada sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar 34,45 persen, dikuiti industri logam, mesin dan elektronika sebesar 13,51 persen, industri kimia dan farmasi sebesar 7,43 persen, industri karet dan plastik sebesar 7,31 persen, serta industri mineral non logam sebesar 6,14 persen.

    Sementara itu, investasi dalam negeri paling banyak ditanamkan pada sektor industri kertas dan percetakan sebesar 20,68 persen, diikuti transportasi, gudang dan komunikasi sebesar 19,83persen, industri tekstil sebesar 12,05 persen perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar 10,40 persen, serta industri makanan sebesar 8,10 persen.

    "Sejauh ini, jumlah investasi dari negara-negara Timur Tengah di Jawa Barat masih terbilang rendah. Oleh sebab itu kami mengundang para investor dari negara-negara Timur Tengah, negara-negara ASEAN dan negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), untuk menjadi bagian dari pelaku bisnis di Jawa Barat, mulai dari manufaktur, konstruksi, pertanian hingga pariwisata," kata Demiz.

    Wagub juga menyebutkan sejumlah peluang investasi di Jawa Barat yang dapat dielaborasi dalam forum tersebut seperti pengembangan jalur kereta api LRT Bandung Metropolitan Area dan jalur kereta api Tanjungsari-Kertajati-Arjawinangun, pembangunan pelabuhan internasional Patimban dan Indonesia Halal Hub Logistik, pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB Kertajati) dan Bandara Nusawiru di Pangandaran.

    Ada juga pengembangan kawasan industri di Depok, Bekasi dan Karawang, pengembangan Legok Nangka Solid Waste Treatment and Disposal, sistem penyediaan air bersih kawasan Cirebon Raya, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini (PTLM) Cikembang, serta kawasan wisata di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat,kata Demiz, juga berkomitmen memberi kemudahan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. "Hal ini antara lain kami upayakan melalui inovasi penerapan 3-Hours Investment Licensing Service, di mana investor dapat memperoleh ijin pembangunan proyek investasi di kawasan industri dalam waktu 3 jam, penguatan daya dukung infrastruktur, ketersediaan energi, kepastian waktu dan biaya, menghilangkan hambatan usaha, serta dukungan lainnya untuk meningkatkan investasi di Jawa Barat," katanya.

    Utusan Khusus Presiden untuk Negara-negara Timur Tengah dan Negara Anggota OKI Alwi Shihab mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat membantu dalam memfasilitasi semua apa yang diinginkan investor. Alwi menyebutkan, IDB selaku lembaga keuangan internasional memiliki anggaran USD 5 miliar dolar AS yang berpeluang diinvestasikan di beberapa proyek strategis di Jawa Barat.

    Menurut dia, negara-negara di Timur Tengah cukup tertarik untuk berinvestasi di Jawa Barat. "Jabar adalah tempat yang mereka minati dari kultur, lebih dekat ke jiwa orang Timur Tengah, ketimbang investasi di Bali,’’ ujar Alwi.

    CEO Islamic Corporation for the Development Khaled Al Aboodi menuturkan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat cukup menggairahkan. Dia yakin pengusaha Timur Tengah akan menanamkan modalnya di sejumlah proyek di Jawa Barat.

    "Pertumbuhan ekonomi Jabar sangat bagus. Saya pikir ini bisa dimanfaatkan oleh negara-negara di Timur Tengah untuk berinvestasi di Jawa Barat," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.