Gunung Agung Awas, Menpar Klaim Bali Aman Dikunjungi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Brimob berjaga di kawasan Pura Besakih di Karangasem, Bali, 4 Oktober 2017. Sejumlah polisi bersenjata terlihat berjaga di sekitar Pura Besakih  saat aktivitas Gunung Agung masih pada level awas. ANTARA FOTO

    Anggota Brimob berjaga di kawasan Pura Besakih di Karangasem, Bali, 4 Oktober 2017. Sejumlah polisi bersenjata terlihat berjaga di sekitar Pura Besakih saat aktivitas Gunung Agung masih pada level awas. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan Bali masih aman untuk dikunjungi, meski saat ini Gunung Agung di Kabupaten Karangasem berstatus awas. "Bali tetap aman untuk dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kami pun sudah siap dengan berbagai jenis antisipasi jika memang benar akan ada erupsi (Gunung Agung)," katanya di Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis, 5 Oktober 2017.

    Menurut dia, destinasi wisata di Pulau Dewata siap menerima kunjungan wisatawan. Terkecuali memang beberapa destinasi di areal kawasan rawan bencana (KRB) yang jumlahnya tidak begitu banyak.

    Terkait dengan penanganan bencana, Arief menilai sudah ada kesiapsiagaan pemulihan pascabencana alam. Seperti pengalaman letusan Gunung Raung di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, yang juga sempat berdampak pada pariwisata di wilayah tersebut.

    "Di sana (Banyuwangi) kami sudah pernah aplikasikan penanganan pascabencana dan sudah berjalan sangat baik," ujar Arief sembari menjelaskan hal itu bisa diterapkan untuk kasus Gunung Agung.

    Selain itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai opsi perihal kondisi terburuk jika memang Gunung Agung meletus. Tiga opsi yang akan diambil, yakni terkait dengan akses, akomodasi, dan atraksi.

    Untuk akses, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengenai akses evakuasi wisatawan ke berbagai wilayah di sekitar Bali, seperti Jawa dan Lombok, selain juga perihal kesiagaan bus mengantisipasi Bandara Internasional Ngurah Rai yang ditutup total.

    "Akses wisatawan baik domestik maupun mancanegara sudah dipetakan jika memang kondisi terburuk terjadi (erupsi)," katanya menambahkan.

    Ihwal akomodasi, 300 bus siap siaga jika memang harus dialihkan ke Bandara Praya di Nusa Tenggara Barat (NTB) atau ke Juanda di Surabaya, Jawa Timur.

    "Yang juga perlu diperhatikan adalah terkait dengan atraksi kepada para wisatawan jika seandainya mereka tidak bisa keluar Pulau Dewata dalam jangka waktu tertentu sehingga wisatawan tetap nyaman tinggal di Bali," ujarnya menerangkan.

    Arief juga mengungkapkan bahwa bencana bisa terjadi di mana saja. Termasuk wilayah yang memiliki obyek wisata. Hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan dan dibahas terlalu lama, tapi musti diperhatikan bagaimana penanganan dan penanggulangan sesuai standar dan prosedur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.