Datang ke Istana, Sri Mulyani Lapor Penerimaan Pajak Terbaru

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani (tengah) didampingi Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi (kedua kanan) menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak mencatat total tebusan sebesar Rp93,49 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menkeu Sri Mulyani (tengah) didampingi Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi (kedua kanan) menyampaikan pencapaian realisasi dan evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak mencatat total tebusan sebesar Rp93,49 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi berkunjung ke Istana Kepresidenan hari ini untuk melaporkan angka penerimaan pajak terbaru. Menurut keduanya, angka penerimaan sudah meningkat dari angka sebelumnya

    "(Sudah) 60 persen. Bisa, lah," ujar Ken saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 3 Oktober 2017.

    Baca: Penerimaan Pajak Baru 46 Persen, Sri Mulyani Buru Sumber Lain

    Pada awal September lalu, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari hingga Agustus 2017 baru mencapai Rp 685,5 triliun. Jumlah tersebut baru 53,5 persen dari target yang sebesar Rp 1.283,6 triliun.

    Meskipun tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak periode Agustus 2017 lebih rendah dibandingkan 2016. Jika pada Agustus tahun ini penerimaan pajak mencapai Rp85 triliun, tahun lalu penerimaan pajak bisa mencapai Rp87 triliun.

    Ken mengatakan, angka itu masih ada kemungkinan berubah. Sebab, angka tersebut belum memperhitungkan penerimaan dari sektor minyak dan gas.

    Sementara itu, Sri Mulyani enggan berbicara banyak soal penerimaan. Ketika ditanyai awak media, ia hanya menjawab banyak yang hal yang harus dilaporkan. Penerimaan, kata ia, hanya salah satunya.

    Sri Mulyani sebelumnya menyatakan target penerimaan perpajakan tahun depan cukup moderat. Penerimaan perpajakan 2018 dipatok Rp 1.609,4 triliun atau tumbuh 9,3 persen dari target APBN 2017.

    Dia menyatakan target moderat tersebut sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun depan, serta upaya ekstra yang akan ditempuh. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dan inflasi 3,5 persen pada 2018.

    Sri Mulyani tak menampik ada resiko dari target tersebut yaitu tingkat realisasi penerimaan perpajakan yang akan dicapai pada 2017. "Kami akan terus bekerja keras agar target 2017 dapat dicapai," ujarnya dalam rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2017 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.