PUPR Targetkan Jalan Perbatasan Kalimantan Utara Rampung pada 2019

Reporter

Editor

Jalan rusak parah di perbatasan Kalimantan Utara dan Malaysia, Desember 2016. dok.Humas Pemprov Kaltara

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggenjot pembangunan jalan akses menuju perbatasan dan jalan paralel di Kalimantan Utara sepanjang 983 kilometer. Pembangunan jalan tersebut demi membuka keterisolasian dan meningkatkan kesejahteraan warga di perbatasan Kalimatan Utara-Malaysia.

Panjang total jalan itu terbagi menjadi jalan paralel perbatasan sepanjang 603 km dan jalan akses perbatasan menuju pos lintas batas sepanjang 380 km.

"Akan ditangani pembukaan jalan sepanjang 127 km pada 2018 dan sisanya sepanjang 73 km pada 2019," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljomo dalam siaran pers Biro Komunikasi Publik PUPR, Senin malam, 2 Oktober 2017.

Pembangunan jalan akses itu juga dibarengi dengan sejumlah perbaikan dan pengerasan jalan di sejumlah titik. Menurut Basuki, masih ada sekitar 200 km lahan lagi yang akan dibuka untuk jalan pararel. Pembukaan lahan di perbatasan dilakukan melalui kerja sama dengan TNI.

Adapun pembangunan jalan akses perbatasan menuju pos lintas negara sudah mencapai titik pengerasan jalan untuk kemudian diaspal secara bertahap.

"Kaltara (Kalimantan Utara) memiliki dua akses jalan ke perbatasan yakni Mensalong-Tou Lumbis sepanjang 148 Km, dan Malinau-Long Bawan-Long Midang sepanjang 232 Km," kata dia.

Pemerintah tengah meningkatkan kualitas jalan pada ruas Long Bawan - Long Midang sepanjang 10.7 km. Rekonstruksi aspal pun sudah dilakukan di sepanjang 3 km jalan tersebut.

Pada 2018, ujar Basuki, pembangunan akan dilanjutkan dengan rekonstruksi jalan sepanjang 4 km dan pembangunan 3 jembatan baru. Sisa 3.7 km akan dituntaskan pada 2019.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Timbul Manahan Pasaribu mengatakan pihaknya melakukan survei untuk mempersiapkan pembangunan jalan dan jembatan di ruas tersebut.

"Kita lakukan survey yang rinci untuk memperoleh trase jalan dan jembatan yang baik sekaligus menghindari ruas yang terlalu curam. Kita pertimbangkan kondisi topografi, tanah dan geologi setempat" kata Timbul.

YOHANES PASKALIS PAE DALE






Berita terkait tidak ada