Dorong Pertumbuhan, Jokowi: Jangan Biarkan Investor Wait and See

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berkunjung ke kantor pusat PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 31 Agustus 2017. Kedatangan presiden untuk menghadiri pencatatan perdana produk sekuritisasi KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) atau KIK EBA Mandiri JSMR01. TEMPO/Ilham Fikri

    Presiden Jokowi berkunjung ke kantor pusat PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 31 Agustus 2017. Kedatangan presiden untuk menghadiri pencatatan perdana produk sekuritisasi KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) atau KIK EBA Mandiri JSMR01. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan menteri dan pimpinan lembaga agar membantu para investor. Berbagai persoalan atau hambatan yang dihadapi investor harus segera diatasi agar rencana penanaman modal terealisasi dan pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    "Jangan biarkan investor wait and see. Dunia usaha harus difasilitasi, dibantu," kata dia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 2 Oktober 2017. Menurut dia, upaya membantu pelaku dunia usaha penting sebab keberadaannya membantu pemerintah di sektor lapangan kerja dan infrastruktur. Satu hal yang menjadi perhatian presiden ialah persoalan perizinan yang harus dibuat mudah.

    Baca: Penting, Sri Mulyani Jelaskan Pertumbuhan Ekonomi 2017 ke DPR

    Upaya untuk membantu investor terus disampaikan Presiden Jokowi. Dari berbagai pertemuan dengan pelaku usaha, presiden mengatakan sering mendapat masukan. "Ngomongnya kalau saya tanya, wait and see. Artinya kalau ada masalah di kementerian segera diselesaikan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

    Tak hanya soal mempermudah investor, Presiden Jokowi juga ingin APBN 2018 bisa menekan masalah kemiskinan. Bila perlu tahun depan anggaran negara yang berkaitan dengan kemiskinan dan ketimpangan bisa ditambah. "Anggaran yang berkaitan dengan ini agar betul-betul diperhatikan dan ditambah," ucapnya.

    Dalam RAPBN 2018, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,2-5,6 persen dengan laju inflasi sebesar 2,5-4,5 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dipatok sekitar Rp 13.300-13.500. Sementara suku bunga SPN tiga bulan sebesar 4,8-5,6 persen.

    Juni lalu, dalam rapat Badan Anggaran DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2018 akan ditopang oleh perbaikan ekspor dan pertumbuhan sejumlah sektor ekonomi.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H