BMAI: Kebanyakan Masyarakat Tidak Paham Isi Perjanjian Asuransi

Ilustrasi asuransi. cbg.gm

TEMPO,CO. JAKARTA - Ketua Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Frans Lamury berharap masyarakat paham dengan isi perjanjian asuransi yang mereka tanda tangani. Menurut Frans, kebanyakan nasabah tidak paham betul dengan penjelasan prosedural yang diberikan. Sehingga sering muncul kesalahpahaman dan timbul stigma klaim asuransi susah.

“Polis jangan hanya disimpan di laci. Kebanyakan nasabah mengira tugas mereka telah selesai ketika dia menerima polis dan membayarnya,” kata Frans di Cikini, Jakarta Pusat, 30 September 2017.

Frans mengatakan, apabila masyarakat tidak memahami perjanjian dan prosedur asuransi yang dijelaskan, maka rawan timbul kesalahpahaman. Ia mengimbau kepada para nasabah untuk tidak ragu bertanya dan komplain apabila ada hal yang tidak sesuai dengan perjanjian.

Menurut Frans, kebanyakan nasabah menandatangani perjanjian asuransi karena dipaksa oleh agen, bukan karena kesadaran mereka sendiri. Karena dipaksa, mereka kurang serius ikut serta dalam asuransi tersebut dan enggan memahami lebih dalam prosedurnya.

“Kadang orang dipaksa membeli asuransi. Sehingga karena terpaksa, ia hanya membayar premi tanpa paham dengan isi asuransi tersebut,” kata dia.

Beberapa hari yang lalu, nasabah asuransi Allianz Infranius Algadri melaporkan Direktur Utama PT Allianz Life Indonesia Joachim Westerling ke Polda Metro Jaya. Infranius melaporkan Allianz dengan tuduhan klaim biaya perawatan rumah sakitnya dipersulit.  

Nasabah Allianz lainnya, Indah Goena Nanda juga melaporkan pihak Allianz ke Polda Metro Jaya karena klaim asuransinya sulit cair. Nasib Indah mirip dengan Frans, di mana ia sempat dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan.

Klaim asuransi tidak bisa Indah terima karena alasan prosedural. Pihak Allianz dikatakan membutuhkan catatan medis lengkap rumah sakit yang tidak bisa diberikan Indah.

ALFAN HILMI






Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

1 hari lalu

Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan membeberkan pandangannya soal layanan BPJS Kesehatan yang belakangan memicu kontroversi.


Kemenhub Sebut Gubernur Kini Putuskan Biaya Jasa Batas Atas dan Bawah Ojek Online

3 hari lalu

Kemenhub Sebut Gubernur Kini Putuskan Biaya Jasa Batas Atas dan Bawah Ojek Online

Kemenhub menyampaikan bahwa ketentuan terkait penyesuaian tarif ojek daring (online) akan ditetapkan oleh Gubernur.


Siapkan Produk Khusus Orang Kaya', BPJS Kesehatan: Tidak Ada Perbedaan Perlakuan

7 hari lalu

Siapkan Produk Khusus Orang Kaya', BPJS Kesehatan: Tidak Ada Perbedaan Perlakuan

Pemerintah akan segera menerbitkan beleid yang mengatur ketentuan kombinasi biaya perawatan asuransi kesehatan BPJS Kesehatan dan swasta.


Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

7 hari lalu

Bulan Ini, Kemenkes Akan Keluarkan Aturan BPJS untuk Orang Kaya

Kolaborasi pembayaran antara BPJS Kesehatan dan asuransi swasta telah dibahas sejak awal tahun ini.


Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

8 hari lalu

Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

Gempa Cianjur kembali mengingatkan pentingnya masyarakat memiliki asuransi bencana alam, salah satunya asuransi gempa bumi.


Pesan Allianz ke Calon Nasabah Asuransi: Bukan Nabung, Bukan investasi

15 hari lalu

Pesan Allianz ke Calon Nasabah Asuransi: Bukan Nabung, Bukan investasi

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, Himawan Purnama, mengatakan memilih asuransi jangan seperti membeli kucing dalam karung. Apa maksudnya?


Warga Korban Pohon Tumbang Bisa Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta, Begini Cara Klaimnya

17 hari lalu

Warga Korban Pohon Tumbang Bisa Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta, Begini Cara Klaimnya

Klaim santunan dan asuransi pohon tumbang terbagi untuk kendaraan roda dua atau empat, korban luka atau meninggal serta kerusakan bangunan.


Korban Pohon Tumbang di DKI Berhak Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta

19 hari lalu

Korban Pohon Tumbang di DKI Berhak Dapat Santunan Hingga Rp 50 juta

Warga DKI juga dapat mengajukan asuransi kerusakan kendaraan atau bangunan karena pohon tumbang yang nilainya hingga Rp 25 juta.


Bocorkan Data Pasien Aborsi dan HIV, Hacker Tuntut Rp100,8 M ke Asuransi Australia

22 hari lalu

Bocorkan Data Pasien Aborsi dan HIV, Hacker Tuntut Rp100,8 M ke Asuransi Australia

Seorang hacker telah menuntut hampir Aus$10 juta atau sekitar Rp100,8 miliar untuk berhenti membocorkan catatan medis warga Australia


Nasabah Desak Bumiputera Bayar Klaim: Kita Bukan Pengemis, Kita Tuntut Hak yang Dizalimi

22 hari lalu

Nasabah Desak Bumiputera Bayar Klaim: Kita Bukan Pengemis, Kita Tuntut Hak yang Dizalimi

Para nasabah asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kembali menuntut pembayaran klaim pemegang polis yang telah tertunda bertahun-tahun.