Menteri Pariwisata: Kita Harus Punya Makanan Nasional

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) memberi sambutan dalam upacara pembukaan penerbangan perdana NAM Air tujuan Jakarta-Banyuwangi di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 16 Juni 2017. Tempo/Maya Ayu

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan banyaknya jumlah makanan khas di Indonesia merupakan sebuah kelebihan. Namun hal itu sekaligus menyulitkan pemerintah memilih makanan nasional yang bisa mewakili Indonesia.

"Kelebihan kita banyak jenis makanan, itu kekurangan juga. Saya usul ke Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), kita harus punya makanan nasional," ujar Arief saat menjadi pembicara di rapat koordinasi bidang pariwisata Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di gedung Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Menteng, Jakarta, Sabtu, 30 September 2017. 

Kekurangan itu kerap dibuktikan Arief dengan melemparkan pertanyaan mengenai makanan khas negara lain kepada masyarakat Indonesia.

Dia pun memberi contoh dengan pertanyaan seputar makanan kepada peserta rakor PDIP. Ketika ditanya mengenai makanan khas Jepang, peserta rapat serentak menjawab sushi. Begitu pun saat ditanyai makanan khas Thailand, yang jawabannya tom yam. "Kalau soal apa makanan nasional Indonesia, itu susah dijawab. Poinnya kita belum sepakat soal makanan nasional."

Pemerintah pun menentukan lima jenis makanan untuk diusulkan menjadi makanan nasional. Kelimanya adalah rendang, soto, sate, nasi goreng, dan gado-gado. "Kita pilih, muncul top five (lima terbaik). Dari sini diusulkan satu oleh Bekraf, yaitu soto," kata Arief.

Arief mengaku sempat condong memilih rendang secara pribadi. "Tapi, berdasarkan market base (basis pasar), memang paling banyak soto. Jadi tergantung cara kita memandangnya saja."

Adapun Ketua Bekraf Triawan Munaf mengatakan soto dipilih karena sifat yang merakyat. Jenisnya pun beragam, yakni mencapai 50 jenis soto khas.

"Saya mencanangkan soto. Kuliner yang baik adalah yang bisa dihadirkan sehari-hari. Soto bisa menjadi sarapan, makan siang bisa, makan malam juga," kata Triawan, yang juga hadir sebagai pembicara.

Triawan pun menekankan pentingnya dukungan terhadap kuliner domestik. Makanan, kata dia, menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap kontribusi ekonomi kreatif.

Pada 2015, ujar Triawan, kontribusi ekonomi kreatif Indonesia mencapai Rp 852 triliun atau sekitar 7,38 persen dari total pendapatan nasional. Tiga sektor ekonomi kreatif yang menjadi ujung tombak adalah kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.

YOHANES PASKALIS PAE DALE






Kepulauan Riau Tetapkan Daya Tarik dan Kawasan Strategis Pariwisata, Ini Daftarnya

5 jam lalu

Kepulauan Riau Tetapkan Daya Tarik dan Kawasan Strategis Pariwisata, Ini Daftarnya

Pengembangan sektor pariwisata pun menjadi salah satu fokus Kepulauan Riau untuk memajukan perekonomian daerah.


Manfaatkan Momentum Piala Dunia, Sandiaga Promosi Pariwisata Indonesia

23 jam lalu

Manfaatkan Momentum Piala Dunia, Sandiaga Promosi Pariwisata Indonesia

Sandiaga Uno memanfaatkan momentum Piala Dunia 2022 Qatar untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia.


Thailand Catat Kunjungan 9,4 Juta Turis Asing, Wisatawan Rusia Banjiri Phuket

1 hari lalu

Thailand Catat Kunjungan 9,4 Juta Turis Asing, Wisatawan Rusia Banjiri Phuket

Saat ini, Thailand menerima sekitar 50.000 hingga 60.000 turis asing per hari selama musim ramai.


Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

1 hari lalu

Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap pemerintah Arab Saudi bisa berinvestasi di Indonesia terutama di bidang infrastruktur par


Yogyakarta Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Dua Agenda Utama Ini Disiapkan

5 hari lalu

Yogyakarta Tuan Rumah Asean Tourism Forum, Dua Agenda Utama Ini Disiapkan

Kelancaran penyelenggaraan G20 di Indonesia lalu menjadi salah satu panduan untuk turut mensukseskan gelaran Asean Tourism Forum di Yogyakarta.


Kunjungan Turis Asing ke Jepang Mulai Meningkat, Wisata Domestik Tetap Digenjot

8 hari lalu

Kunjungan Turis Asing ke Jepang Mulai Meningkat, Wisata Domestik Tetap Digenjot

Pada 11 Oktober, Jepang mencabut sejumlah aturan pembatasan perjalanan paling ketat di dunia dan memyambut kembali kedatangan turis.


Kaltim Siapkan Paket Wisata Titik Nol IKN Nusantara untuk Pikat Wisatawan

10 hari lalu

Kaltim Siapkan Paket Wisata Titik Nol IKN Nusantara untuk Pikat Wisatawan

Sebelum ditetapkan sebagai IKN Nusantara, Penajam Paser Utara Kalimantan Timur telah memiliki beragam potensi alam dan budaya yang dapat dikembangkan.


Laksmita, Cara Yogyakarta Branding Ulang Event Unggulan untuk Pikat Wisatawan

11 hari lalu

Laksmita, Cara Yogyakarta Branding Ulang Event Unggulan untuk Pikat Wisatawan

Laksmita menjadi sarana komunikasi baru sejumlah event unggulan Kota Yogyakarta kepada wisatawan.


Badan Otorita Borobudur Gembleng Warga Sekitar Pelatihan Kepariwisataan

12 hari lalu

Badan Otorita Borobudur Gembleng Warga Sekitar Pelatihan Kepariwisataan

Badan Otorita Borobudur tengah membangun Kawasan Wisata Terpadu yang akan menyerap 1.600 warga sekitar candi sebagai tenaga kerja pariwisata..


Sleman Temple Run 2022, Pelari 18 Negara Lintasi Rute Eksotis Candi

14 hari lalu

Sleman Temple Run 2022, Pelari 18 Negara Lintasi Rute Eksotis Candi

Sleman Temple Run 2022 ini diikuti oleh sebanyak 659 pelari profesional maupun pemula.