Ketahui Biaya Bulanan Tinggal di Apartemen

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • meikarta

    meikarta

    INFO NASIONAL - Di lingkungan apartemen, ada biaya pemeliharaan gedung yang wajib dibayar oleh penghuni.

    Biaya ini mencakup servis, Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL), dan pemeliharaan saluran pembuangan dapur dan sampah (sinking fund). Belum lagi ada juga biaya listrik, air, dan parkir.

    Khusus biaya servis, biasanya pihak pengelola membebankan kepada penghuni untuk membayar jasa petugas keamanan, kebersihan, pemeliharaan, dan perawatan. Lalu, untuk IPL sendiri digunakan sebagai biaya operasional apartemen, seperti listrik dan lift.

    Memang biaya hidup di apartemen cukup menguras kantong. Hal ini disebabkan apartemen merupakan milik bersama, seperti tanah dan fasilitasnya.

    Untuk merawat dan menjaga fungsi hal-hal tersebut, tentunya pengelola butuh biaya operasional. Inilah mengapa penghuni rusun atau apartemen harus membayar IPL.

    Misalnya saja, dalam penggunaan lift di setiap tower tentu harus berfungsi dengan baik. Penerangan pun terpelihara. Fasilitas kolam renang juga harus bersih, serta instalasi listrik dan air terawat.

    Itu semua perlu biaya pemeliharaan operasional yang digunakan untuk kepentingan bersama.

    Pembayaran servis ini dihitung berdasarkan jumlah biaya operasional dan perawatan benda, area, dan tanah tiap bulannya, yang dibagi dengan total luas seluruh unit. Oleh karena itu mengapa besaran iuran tiap unit berbeda-beda, tergantung luasnya.

    Biaya servis ini biasanya ditarik per bulan, 3 bulan, atau per tahun. Besarnya tergantung luas apartemen.

    Contoh: luas total adalah 100 m2; jika dikenakan biaya apartemen sebesar Rp 10.000/m2, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 10.000 x 100 m2 = Rp 1.000.000.

    Di Meikarta, pihak pengembang telah menghitung biaya-biaya yang akan ditanggung penghuni. Apartemen berkualitas premium ini memiliki  biaya pemeliharaan sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per  meter persegi per bulannya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.