Alasan di Balik Rekor Terendah Kupon ORI 014

Reporter

Editor

Anisa Luciana

Obligasi Negara Ritel Seri ORI009. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menetapkan kupon Obligasi Ritel Indonesia tahun 2017 atau ORI 014 sebesar 5,85 persen, yang merupakan kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan ORI di Indonesia. Apa alasannya?

Kupon terendah yang pernah ditawarkan pemerintah adalah 6,25 persen, yakni pada ORI 009. Kupon tertinggi yakni untuk ORI 001, 12,05 persen.

Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, mengatakan bahwa penetapan kupon ORI selalu mengacu pada imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor yang sama di pasar sekunder.

Seri SUN yang menjadi acuan penerbitan ORI 014 kali ini adalah FR0031 tenor 3 tahun, yang mana yield-nya sempat turun hingga level 5,8 persen pada 26 September 2017 lalu. Atas dasar itu, pemerintah menetapkan kupon 5,85 persen.

Baca: Obligasi Negara Seri ORI 014 Diperuntukkan Bagi Masyarakat Biasa

“Memang ini era penurunan, mau tidak mau kalau ORI 014 ini dibandingkan dengan ORI sebelumnya memang turun cukup dalam. Kami berharap walaupun ini 5,85 persen, investor juga tahu environtment-nya memang begitu,” katanya seusai menggelar pembukaan masa penawaran ORI 014 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 29 September 2017.

Robert mengatakan, kupon yang rendah ini juga merespon keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya kembali hingga kini di level 4,25 persen.

“Kita harapkan angka 5,85 persen itu bukan angka yang rendah, dilihat dari suku bunga yang sekarang bahkan yang akan datang,” ucapnya.

Loto Srinaita Ginting, Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, mengatakan tingkat kupon ORI 014 sebesar 5,85 persen juga ditetapkan dengan mempertimbangkan potensi peningkatan rating Indonesia di masa mendatang.

BISNIS.COM






Begini 7 Tahapan Pengadaan Utang Luar Negeri

2 hari lalu

Begini 7 Tahapan Pengadaan Utang Luar Negeri

Utang luar negeri adalah setiap pembiayaan melalui utang dari pemberi pinjaman yang diikat suatu perjanjian pinjaman dan harus kembali sesuai persyaratan


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

4 hari lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Wamenkeu Tak Ingin Pandemi Berlanjut ke Krisis Keuangan

6 hari lalu

Wamenkeu Tak Ingin Pandemi Berlanjut ke Krisis Keuangan

Suahasil melanjutkan, dari pandemi Covid-19, negara belajar bahwa kondisi sosial hingga ekonomi tidak terlepas dari faktor kesehatan.


11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

12 hari lalu

11 Tahun OJK Gantikan Bapepam-LK, Konglomerasi Sistem Keuangan Jadi Alasan

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah 11 tahun. Dibentuk menggantikan Bapepam-LK, saat terjadinya konglomerasi sistem keuangan pada 2009.


6 Tips Berinvestasi di Tengah Ancaman Resesi Global 2023, Apa Saja?

28 hari lalu

6 Tips Berinvestasi di Tengah Ancaman Resesi Global 2023, Apa Saja?

Ada enam langkah yang perlu diperhatikan dalam menanamkan investasi pada 2023, yakni tahun yang disebut-sebut bakal terjadi resesi global.


Ancaman Resesi Global 2023, Ini 6 Sektor yang Menjanjikan di Pasar Modal

28 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Ini 6 Sektor yang Menjanjikan di Pasar Modal

Setidaknya ada enam sektor di pasar modal memiliki potensi yang menjanjikan karena ekonomi Indonesia dinilai lebih tangguh menghadapi ancaman resesi.


Bank Indonesia: Lima Persen Cadangan Devisa Dialokasikan untuk Obligasi Berkelanjutan

33 hari lalu

Bank Indonesia: Lima Persen Cadangan Devisa Dialokasikan untuk Obligasi Berkelanjutan

Bank Indonesia (BI) mengalokasikan sekitar lima persen dari total cadangan devisa dalam bentuk obligasi berkelanjutan.


Cari Pendanaan US$ 800 Juta Lebih, Bank Mandiri Terbitkan Green Bonds Tahun Depan

33 hari lalu

Cari Pendanaan US$ 800 Juta Lebih, Bank Mandiri Terbitkan Green Bonds Tahun Depan

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana kembali menerbitkan utang untuk mendukung pendanaan pada proyek-proyek berkelanjutan atau berwawasan lingukungan.


Mengelola Utang Negara Melalui Pinjaman dan Hibah

44 hari lalu

Mengelola Utang Negara Melalui Pinjaman dan Hibah

Pemanfaatan utang negara yang produktif serta sumber pembiayaan yang efisien dan berisiko rendah akan meringankan beban generasi mendatang.


Harga Mobil Listrik Rp700-900 Juta, Kemenkeu: Insentif Fiskalnya Bisa Rp 200 Juta

45 hari lalu

Harga Mobil Listrik Rp700-900 Juta, Kemenkeu: Insentif Fiskalnya Bisa Rp 200 Juta

Kementerian Keuangan mengungkapkan insentif fiskal yang mampu mengompensasi tingginya harga mobil listrik bagi masyarakat Indonesia.