Kasus Klaim Ditolak, Allianz: Kami Tak Berniat Persulit Nasabah

(Ke dua dari kanan) Alvin Lim, kuasa hukum Ifranius Algadri (kanan) dan Indah Goena Nanda (kiri) yang melaporkan mantan Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, atas dugaan tindak pidana perlindungan konsumen, di Polda Metro

TEMPO.CO, Jakarta - PT Allianz Indonesia menyatakan tidak pernah berniat mempersulit nasabah asuransi yang kesulitan memproses klaim. "Standar praktik kami adalah mendukung nasabah dan bekerja sama untuk memastikan bahwa semua klaim yang diajukan diproses sesuai ketentuan," kata Head of Corporate Communications  Allianz Indonesia Adrian DW, dalam siaran tertulisnya, Kamis, 28 September 2017.

Adrian menuturkan, perusahaannya saat ini telah meminta dokumen pendukung sebagai bagian dari proses yang biasanya dilakukan terkait kasus keberatan status klaim nasabah saat ini. "Tujuannya untuk memastikan bahwa klaim yang diajukan sah," kata dia.

Dua nasabah asuransi Allianz Indonesia, Ifranius Al Gadri dan Indah Goena Nanda, sebelumnya melaporkan mantan Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, atas dugaan tindak pidana perlindungan konsumen. Keduanya mengaku kecewa setelah pengajuan klaim ditolak. Sebab, perusahaan mensyaratkan adanya surat catatan medis lengkap rumah sakit. Padahal, permintaan rekam medis lengkap melanggar hukum.

Atas kejadian itu, Adrian mengaku perusahaannya tetap menjalankan kegiatan seperti biasa. Menurut dia, kasus peninjauan ulang klaim tidak akan mempengaruhi bisnis dan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan terhadap nasabah. "Kami yakinkan kepada seluruh nasabah bahwa Allianz berkomitmen untuk menyediakan pelayanan dengan standar tertinggi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Allianz telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 20 tahun dan melayani lebih dari 7 juta nasabah saat ini. Selama 9 tahun berturut-turut, kata dia, Allianz menerima predikat sebagai perusahaan dengan “Service Quality” terbaik oleh Majalah Service Excellence dan Carre-CCSL.

Selain itu, dia menambahkan, sepanjang tahun 2016, Allianz telah melakukan pembayaran klaim sebesar lebih dari Rp 2 triliun kepada para nasabah. "Allianz sangat menghormati hak nasabahnya dan memiliki proses klaim yang terbaik di kelasnya," kata Adrian.

Dua konsumen Allianz melaporkan penolakan klaim yang dilakukan perusahaan asuransi ini kepada polisi. Keduanya adalah Ifranius Algadri, 23 tahun, dan Indah Goena Nanda, 37 tahun. Kasus ini berbuntut panjang. Dua bekas petinggi Allianz telah dijadikan tersangka.

Kuasa hukum pelapor, Alvin Lim, menuturkan kliennya mengadukan penolakan klaim yang diduga melanggar pidana Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Alvin menjelaskan, klaim kedua kliennya ditolak karena ada surat klarifikasi Allianz yang meminta nasabah memberikan catatan medis lengkap rumah sakit yang dilegalisasi. Padahal, kata dia, permintaan catatan medis melanggar hukum lantaran syarat surat klarifikasi tidak tercantum dalam ketentuan buku polis.

Menurut Alvin, pihak Allianz tidak memperlihatkan iktikad baik terhadap nasabahnya dalam perlindungan konsumen. Bahkan, Alvin berujar, modus tersebut rupanya sudah dijalankan perusahaan selama dua tahun dan telah menelan sejumlah korban.

FRISKI RIANA





Klasifikasi Bisnis Asuransi, Apa Saja?

54 hari lalu

Klasifikasi Bisnis Asuransi, Apa Saja?

Ada beragam bisnis asuransi. Klasifikasi ditinjau berdasarkan pengelolaan dana, tujuan operasional, dan jenis asuransi


Bagaimana Cara Kerja Bisnis Asuransi?

54 hari lalu

Bagaimana Cara Kerja Bisnis Asuransi?

Perusahaan atau perorangan biasanya menggunakan jasa asuransi untuk berjaga-jaga terhadap risiko


Garap Sektor Asuransi Digital, Bank Aladin Gaet Insurtech ZA Tech

7 April 2022

Garap Sektor Asuransi Digital, Bank Aladin Gaet Insurtech ZA Tech

Bank Aladin berkolaborasi dengan penyedia teknologi asuransi insurtech terkemuka di Asia ZA Tech Global


Pentingnya Perlindungan Asuransi Bagi Pelaku UMKM

30 November 2021

Pentingnya Perlindungan Asuransi Bagi Pelaku UMKM

Pilar proteksi sangat penting karena akan selalu ada risiko terhadap kelangsungan usaha.


Proteksi Pilar Penting Majukan UMKM

7 Mei 2021

Proteksi Pilar Penting Majukan UMKM

Dengan proteksi dari asuransi, pelaku UMKM yang terkena risiko, misanya kebakaran, atau bencana alam bisa lebih cepat melakukan recovery.


HUT ke-32, BRI Insurance Persembahkan Tahun Insurtech

30 April 2021

HUT ke-32, BRI Insurance Persembahkan Tahun Insurtech

Salah satu fitur BRINS Mobile memberikan kemudahan dalam mengakses, dan memilih perlindungan sesuai keinginan (customized) berdasarkan jangka waktu dan pertanggungan.


Kasus Jiwasraya Berdampak pada Industri Asuransi Nasional?

21 November 2019

Kasus Jiwasraya Berdampak pada Industri Asuransi Nasional?

Hingga semester I 2019, total premi asuransi tercatat sebesar Rp 221,14 triliun atau hanya naik 3 persen dari periode yang sama di 2018.


Allianz Gugah Masyarakat Lewat Program Tukar Sampah

19 Oktober 2019

Allianz Gugah Masyarakat Lewat Program Tukar Sampah

Allianz Indonesia berupaya menggugah pentingnya perlindungan diri melalui cara unik melalui program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu."


Allianz Gugah Masyarakat Lewat Program Tukar Sampah

19 Oktober 2019

Allianz Gugah Masyarakat Lewat Program Tukar Sampah

Allianz Indonesia berupaya menggugah pentingnya perlindungan diri melalui cara unik melalui program "Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu."


Chubb Life Garap Pasar Milenial

7 Februari 2019

Chubb Life Garap Pasar Milenial

Perusahaan asuransi Chubb Life menyasar milenial lantaran semakin tumbuh dan berkembangnya milenial yang berbisnis di era digital.