PLN Disebut Merugi, Greenpeace Minta Proyek PLTU Dibatalkan

Aktivis Greenpeace Indonesia meneriakkan orasi saat berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, 7 Juni 2017. Tempo/Rizki Putra

TEMPO.CO, Jakarta -Greenpeace Indonesia mendesak pemerintah untuk membatalkan seluruh proyek PLTU batubara yang dibangun di Jawa-Bali dalam program 35.000 MW. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara.

Juru kampanye Greenpeace Indonesia Hindun Mulaika menilai buruknya kondisi keuangan PLN saat ini tidak terlepas dari kebijakan energi yang telah disusun pemerintah. Sejak awal diluncurkan Presiden Jokowi,  program kelistrikan 35.000 MW telah menuai kontroversi. Tahun ini kekhawatiran tersebut terbukti dengan pertumbuhan penjualan listrik yang tidak sesuai target.

“Surat Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa PLN telah salah memperkirakan kenaikan permintaan listrik di Jawa-Bali karena pada kenyataannya permintaan listrik justru cenderung menurun. Kontrak PPA terhadap PLTU-PLTU Batubara ini juga mewajibkan PLN tetap membayar listrik yang tidak terserap oleh konsumen”, kata juru kampanye Greenpeace Indonesia Hindun Mulaika dalam rilis Rabu, 27 September 2017.

Greenpeace menyoroti kondisi keuangan PT. PLN karena dinilai telah meningkatkan kekhawatiran Kementerian Keuangan. Surat Menteri Keuangan bertanggal 19 September 2017, S-781/MK.08/2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri BUMN itu mengungkapkan kondisi finansial dan resiko gagal bayar dari hutang-hutang yang dimiliki PT. PLN ini akan menjadi sebuah risiko besar terhadap keuangan negara.

Hindun merujuk pada laporan Institute for Energy Econimics and Financial Analysis atau IEEFA berjudul Capacity Payments to Coal-fired Power Plants could lock Indonesia into a High-Cost Electricity Future, tingkat utilisasi saat ini di Jawa-Bali yang berkisar di angka 57,3 persen masih dapat dinyatakan layak secara finansial. Tetapi apabila rencana penambahan 25.000 MW terlaksana, maka akan terjadi overcapacity yang sangat besar. Apabila hal ini terjadi, maka PLN harus membayar USD 76 milyar untuk pembangkitan listrik yang tak terserap selama beberapa tahun ke depan.

“Harus ada yang membayar kerugian tersebut. Tinggal dipilih, apakah PLN yang akan menanggungnya, di mana tentu saja ini akan menjadi  kerugian besar yang ditanggung negara; atau apakah ini akan dibebankan kepada masyarakat di mana kita akan mengalami tarif dasar listrik yang tinggi di tahun-tahun mendatang,” kata Hindun.

Beberapa PLTU yang saat ini sedang dalam tahapan pra-konstruksi, seperti PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6, PLTU Cirebon Ekspansi dan PLTU Indramayu 2, dan PLTU Cilacap. Menurut Hindun ekspansi harus segera dibatalkan karena bukan saja akan mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar, tetapi juga akan mengancam kelestarian lingkungan dan penghidupan masyarakat sekitar PLTU-PLTU tersebut.

“Hal itu adalah alokasi anggaran yang jelas salah dan ceroboh dari sebuah rencana keuangan negara, di saat sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan lebih layak untuk mendapatkan dukungan”, pungkas Hindun.

Hindun menilai perencanaan ketenagalistrikan Indonesia sebetulnya juga telah gagal melihat bagaimana makin murahnya dan menurunnya harga energi terbarukan, yang juga diikuti oleh perkembangan teknologi. “Seharusnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan intervensi yang maksimal, khususnya di Jawa-Bali yang sistem koneksinya sudah stabil,” kata Hindun.

HENDARTYO HANGGI






Dorong Perekonomian Nasional, PLN Bangun Ekosistem Lokal pada Industri Ketenagalistrikan

1 hari lalu

Dorong Perekonomian Nasional, PLN Bangun Ekosistem Lokal pada Industri Ketenagalistrikan

Dari tahun ke tahun, PT PLN (Persero) berhasil meningkatkan penggunaan produk lokal (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) di setiap proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.


Dirut PLN Raih Penghargaan Excellent Leader of the Year

1 hari lalu

Dirut PLN Raih Penghargaan Excellent Leader of the Year

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mendapatkan penghargaan _"Excellent Leader of the Year"_ dalam Top Executive Award 2022.


Pipa Air PLTA Bungbulang Garut Jebol, PLN: Suplai Listrik Tetap Lancar

2 hari lalu

Pipa Air PLTA Bungbulang Garut Jebol, PLN: Suplai Listrik Tetap Lancar

PLN buka suara soal dampak kebocoran pipa air pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Cirompang, Kecamatan Bungbulang, Garut, Jawa Barat.


PLN dan Pemkot Cilegon Bangun Pabrik Biomassa untuk Kurangi Sampah 30 Ton per Hari

2 hari lalu

PLN dan Pemkot Cilegon Bangun Pabrik Biomassa untuk Kurangi Sampah 30 Ton per Hari

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo juga menyatakan kolaborasi ini akan mendorong ekonomi kerakyatan.


Percepat Transisi Energi, Erick Thohir Singgung Transformasi PLN

2 hari lalu

Percepat Transisi Energi, Erick Thohir Singgung Transformasi PLN

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).


PLN dan Pemkot Cilegon Kolaborasi Bangun Pabrik Biomassa

2 hari lalu

PLN dan Pemkot Cilegon Kolaborasi Bangun Pabrik Biomassa

Salah satu ide kreatif dari Kota Cilegon sesuai dengan Perpres 35 tahun 2018


Wamenkumham Enggan Tanggapi Tindakan Represi Aparat terhadap Massa Aksi Tolak RKUHP

3 hari lalu

Wamenkumham Enggan Tanggapi Tindakan Represi Aparat terhadap Massa Aksi Tolak RKUHP

Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej enggan berkomentar ihwal tindakan represi aparat terhadap massa aksi yang menolak pengesahan RKUHP.


Program Suntik Mati PLTU Batu Bara, Ini Rencana Sri Mulyani untuk PLN dan Produsen Listrik Swasta

3 hari lalu

Program Suntik Mati PLTU Batu Bara, Ini Rencana Sri Mulyani untuk PLN dan Produsen Listrik Swasta

Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa PT PLN (Persero) wajib melaksanakan komitmen transisi menuju energi hijau.


PLN Bawa Motor Listrik di Sail Tidore 2022

3 hari lalu

PLN Bawa Motor Listrik di Sail Tidore 2022

Wali Kota Capt Hi Ali Ibrahim mengapresiasi kampanye kendaraan listrik PLN di booth Sail Tidore 2022 dengan menghadirkan sepeda motor listrik.


Konsumsi Listrik RI 1.169 kWh per Kapita, ESDM: Tertinggal Dibanding Negara Tetangga

5 hari lalu

Konsumsi Listrik RI 1.169 kWh per Kapita, ESDM: Tertinggal Dibanding Negara Tetangga

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menilai konsumsi listrik di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga.