Menteri Perdagangan Minta Lelang Gula Rafinasi Tak Ganggu Bahan Baku

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satuan Tugas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan menunjukkan kemasan gula rafinasi ilegal milik UD Benteng Baru, Makassar, Sulawesi Selatan, 22 Mei 2017. ANTARA FOTO

    Satuan Tugas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan menunjukkan kemasan gula rafinasi ilegal milik UD Benteng Baru, Makassar, Sulawesi Selatan, 22 Mei 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung -Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto meminta agar kebijakan lelang rafinasi yang masih diteruskan itu agar tidak mengganggu pasokan bahan baku industri. “Kita akan lihat,” kata di Bandung, Rabu, 27 September 2017.

    Airlangga mengatakan kepentingan industri agar lelang gula rafinasi itu tidak menganggu pasokan. “Pada prinsipnya, industri yang penting, akses terahdap bahan baku tidak terganggu. Ini yang kita akan dorong terus,” kata dia.

    Menurut Airlangga, perdagangan gula rafinasi masih belum terganggu rencana pemerintah itu. “Sekarang sih, karena belum jalan, masih seperti ‘busines to busines’ biasa,” kata dia.

    Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memastikan, rencana lelang gula rafinasi bakal tetap diwujudkan. Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bachrul Chairi, mengatakan akan memperbaiki sistem lelang yang dinilai Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution masih kurang. "Peraturan presiden sedang disusun," ujar dia, kemarin.

    Menurut Bachrul, saat ini pihaknya sedang mengkaji urgensi lelang gula rafinasi. Keberpihakan akses dan harga sama dengan gula rafinasi untuk industri mikro dan besar bakal ditonjolkan. Selain itu, pihaknya akan meningkatkan pengawasan penuh dari hulu hingga hilir dan transparansi data transaksi kepada Direktorat Jenderal Pajak.

    Sejak akhir pekan lalu, Bappebti sudah menginformasikan penundaan lelang kepada industri. Lembaga ini juga meminta masukan dari pemangku kepentingan untuk revisi peraturan menteri.

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menerbitkan Peraturan Nomor 40 Tahun 2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas, yang dimulai pada 1 Oktober. Kementerian menunjuk PT Pusat Komoditas Jakarta (PKJ), perusahaan swasta yang diduga kuat terafiliasi dengan kelompok Artha Graha, sebagai penyelenggara lelang.

    Pekan lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2017 belum kuat karena tidak memiliki payung hukum berupa peraturan presiden sebelum pengaturan lelang gula rafinasi diberlakukan. Menteri Enggartiasto akhirnya mematuhi keputusan tersebut dengan menunda lelang sampai 8 Januari tahun depan.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.