Pembebasan Lahan BIJB Tunggu Peran Bupati

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat meninjau pembangunan BIJB di Kecamatan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa, 26 September 2017.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat meninjau pembangunan BIJB di Kecamatan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa, 26 September 2017.

    INFO NASIONAL - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berharap pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dapat rampung secepatnya. Terkait dengan pembebasan sebagian lahan yang diisukan belum tuntas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan segala dukungan, termasuk dana, sehingga tak ada masalah.

    “Uangnya sudah ada, pembebasan lahannya sudah siap, tinggal peran bupati," kata Deddy saat meninjau pembangunan BIJB di Kecamatan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Selasa, 26 September 2017.

    Deddy yang datang bersama Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana pembebasan lahan jalan tol dan nontol akses  ke BIJB.  “Untuk nontol, PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) telah melakukan pengukuran sepanjang lebih-kurang dua kilometer yang juga siap dibangun,” ucapnya.

    Luhut menuturkan Presiden Joko Widodo ingin Bandar Udara Kertajati  selesai pada Juni 2018. Hal ini bertujuan agar calon jemaah haji pada 2018 bisa diberangkatkan dari sana. Luhut menegaskan isu miring terkait dengan masalah pembebasan lahan itu tidak benar. Sebab, masalah tersebut telah terselesaikan. "Harapan pemerintah Bandara Kertajati akan menjadi pusat logistik karena dekat dengan Tambun, Cirebon, serta Bandung.  Ke selatan bisa ke Cigatas, Garut, Genteng, Cisolok, dan lainnya," katanya.

    Luhut meminta agar tidak ada pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan pribadi atau kelompok terkait dengan pembangunan Bandar Udara Kertajati.  "Kita semua sudah bekerja cepat, sebaik-baiknya untuk rakyat. Maka, untuk urusan ini, jangan ada campur kepentingan pribadi, kelompok, apalagi politik. Ini murni untuk rakyat," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.