Menaikkan Kelas UMKM, BRI Sediakan Kartu Co Branding

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pedagang jas hujan. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ilustrasi pedagang jas hujan. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, JakartaPT. Bank Rakyat Indonesia berupaya menaikkan kelas para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM dengan menyediakan fasilitas Kartu Co Branding untuk transaksi non tunai.

    BRI melakukan deklarasi bersama dengan PD. Pasar Jaya terkait penyediaan fasilitas layanan produk perbankan dalam menunjang kegiatan usaha PD. Pasar Jaya.

    “Kartu Co Branding ini adalah bentuk dukungan BRI terhadap para pedagang di pasar pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya agar gencar bertransaksi non tunai. Dengan pemanfaatan kartu co-branding BRI diharapkan mereka mendapatkan layanan jasa perbankan yang cepat, nyaman, modern,” kata Kepala Divisi Institution 2 Bank BRI Sigit Murtiyoso dalam rilis, 27 September 2017.

    Penyediaan fasilitas layanan produk perbankan dalam menunjang kegiatan usaha PD. Pasar Jaya ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan UMKM. Bentuk layanan yang akan diberikan Bank BRI diantaranya penyediaan fasilitas Kartu Co Branding kepada para pedagang yang berada di pasar-pasar milik PD. Pasar Jaya. Kartu tersebut dapat digunakan untuk bertransaksi di Jakgrosir dan Mini DC yang dikelola oleh PD. Pasar Jaya.

    Kartu Co Branding juga diharapkan menjadi acsess point inklusi keuangan di kalangan pedagang pasar. Dengan mengetahui historis transaksi pedagang, maka BRI bisa menawarkan produk pinjaman berupa Kredit Usaha Rakyat KUR atau fasilitas perbankan Bank BRI lainnya.

    “Upaya ini merupakan salah satu cara BRI untuk menaikkan kelas para pelaku UMKM, salah satunya melalui cashless society. Ini juga merupakan salah satu upaya edukasi Bank BRI terhadap pedagang pasar sehingga semakin terbiasa dan melek terhadap teknologi,” kata Sigit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.