Inflasi Rendah, The Fed: Sekarang Waktu Tepat Memperketat Moneter

Janet Yellen berada di posisi kedua daftar perempuan paling berpengaruh di dunia versi Forbes. Janet adalah wanita pertama yang mengepalai bank sentral paling berpengaruk di dunia, Federal Reserve. REUTERS/Jonathan Ernst

TEMPO.CO, Washington - Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) Janet Yellen mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat bagi bank sentral untuk secara bertahap memperketat kebijakan moneternya mengingat ketidakpastian seputar inflasi. "Pendekatan bertahap sangat tepat mengingat inflasi yang lemah dan tingkat suku bunga riil rendah yang netral," kata Yellen pada pertemuan tahunan Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis, Selasa, 26 September 2017.

Hal ini pula, kata Yellen, yang menyiratkan bahwa FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) hanya memiliki cakupan terbatas untuk memotong suku bunga dana federal jika ekonomi terpukul gunjangan merugikan. Pernyataan itu mengacu pada implikasi kebijakan di tengah ketidakpastian seputar inflasi dan tingkat suku bunga netral.

Baca: The Fed Naikkan Suku Bunga, Analis Saham: Tak Perlu Panik

Yellen berpendapat bahwa pengetatan moneter yang lebih cepat dapat membahayakan ekspansi ekonomi, sementara bergerak terlalu lambat bisa berisiko terlalu panas, karena pasar kerja terus menguat. "Ini akan menjadi bijaksana mempertahankan kebijakan moneter berlanjut hingga inflasi kembali ke level dua persen," tuturnya.

Pada Juli lalu, indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti, indikator inflasi yang disukai oleh Fed, naik hanya 1,4 persen dari tahun ke tahun, di bawah target Fed dua persen dan juga lebih rendah dari 1,9 persen pada Januari. Indeks telah berjalan di bawah target dua persen selama bertahun-tahun.

Yellen menegaskan bahwa inflasi akan bergerak ke arah target bank sentral dua persen dalam beberapa tahun ke depan, karena the Fed terus secara bertahap memperketat kebijakan moneternya dan pasar kerja terus menguat. Namun, dia mencatat bahwa prospek tersebut tidak pasti karena ketidaktepatan inheren dalam perkiraan penggunaan tenaga kerja, ekspektasi inflasi dan faktor-faktor lainnya.

"Akibatnya, kita perlu memantau dengan hati-hati data yang masuk dan, sesuai kebutuhan, menyesuaikan atau menilai prospek dan sikap kebijakan moneter yang sesuai," kata bos The Fed, Janet Yellen.

ANTARA






Terpopuler Bisnis: Tiga Cara Hadapi Inflasi Musuh Dunia, Kemnaker Pastikan BSU Cair Pekan Depan

1 Oktober 2022

Terpopuler Bisnis: Tiga Cara Hadapi Inflasi Musuh Dunia, Kemnaker Pastikan BSU Cair Pekan Depan

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis Jumat kemarin, dimulai dari tingginya inflasi telah menjadi musuh bersama di seluruh dunia.


Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

30 September 2022

Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

Indef memperkirakan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen pada September 2022 mencapai 1,45 persen secara bulanan (month to month/mtm).


Ekonom Prediksi BI Kerek Suku Bunga hingga 50 Basis Poin

22 September 2022

Ekonom Prediksi BI Kerek Suku Bunga hingga 50 Basis Poin

Proyeksi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 50 basis poin, kata Radhika, tidak dapat dikesampingkan di tengah langkah The Fed yang hawkish.


The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga 75 Basis Poin

28 Juli 2022

The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga 75 Basis Poin

Federal Reserve AS (The Fed) atau bank sentral AS menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin.


Dampak Kenaikan Bunga The Fed, Indef: Rupiah Tertekan, Kita Kekurangan Dolar

17 Juni 2022

Dampak Kenaikan Bunga The Fed, Indef: Rupiah Tertekan, Kita Kekurangan Dolar

Tauhid Ahmad mengatakan kebijakan Bank Sentral AS The Fed yang menaikan suku bunga akan menekan rupiah


The Fed Naikkan Suku Bunga, IHSG Sesi Pertama Ditutup Menguat

16 Juni 2022

The Fed Naikkan Suku Bunga, IHSG Sesi Pertama Ditutup Menguat

IHSG melambung tinggi di sesi pertama perdagangan hari ini di level 7.120,6.


Jokowi Ungkap Indonesia Masih Bisa Jaga dan Kendalikan Inflasi

10 Juni 2022

Jokowi Ungkap Indonesia Masih Bisa Jaga dan Kendalikan Inflasi

Jokowi menyebut Indonesia masih dapat mengendalikan inflasi


Redam Lonjakan Inflasi, Berapa Angka Ideal Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia?

22 Mei 2022

Redam Lonjakan Inflasi, Berapa Angka Ideal Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia?

Bank Indonesia atau BI harus meredam lonjakan inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan.


Kemenko Perekonomian Ungkap Kebijakan Redam Dampak Badai Inflasi Global

12 Mei 2022

Kemenko Perekonomian Ungkap Kebijakan Redam Dampak Badai Inflasi Global

Iskandar Simorangkir mengatakan pemerintah telah berancang-ancang mencegah dampak badai inflasi.


Rupiah Melemah Rp 14.362 per Dolar AS, Pasar Memantau Sentimen Global

7 April 2022

Rupiah Melemah Rp 14.362 per Dolar AS, Pasar Memantau Sentimen Global

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah setelah rilis risalah pertemuan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve.