Pembangunan Tol Cisumdawu Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar  saat meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Rancakalong Sumedang, Selasa, 26 September 2019.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Rancakalong Sumedang, Selasa, 26 September 2019.

    INFO NASIONAL - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan pembangunan proyek tol Cileunyi- Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) masih terkendala pembebasan lahan.  Saat  ini tengah dilakukan pembebasan  lahan milik Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) sekitar 60 hektare.  

    "Kalau tidak ada kendala, harusnya April 2019 selesai semua seksi I- II ini, kemudian seksi III, IV, V, VI ditargetkan selesai November 2019," kata Deddy saat meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Rancakalong Sumedang, Selasa, 26 September 2019.

    Di sana, Deddy juga meninjau proyek deep tunnel (terowongan bawah tanah atau terowongan twin tube) sepanjang 472 meter. Saat ini progress pembangunan tunnel kiri (arah Sumedang ) sudah mencapai 79  meter.

    Pembangunan tol sepanjang 61,10 kilometer ini terdiri dari seksi I sampai dengan seksi VI. Enam Seksi tersebut di antaranya Seksi I Cileunyi- Rancakalong 12,025 kilometer, Seksi II Rancakalong- Sumedang 17,05 kilometer, Seksi III Sumedang -Cimalaka 3,750 kilometer, Seksi IV Cimalaka-Legok 8,200 kilometer, Seksi V Legok-Ujung Jaya 16,420 kilometer, Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan 4,230 kilometer. “Terkait kegiatan konstruksi seksi IV hingga VI, saat ini tengah disiapkan proses pembebasan lahan.  Pembebasan lahan seluruh ruas jalan tol rencananya selesai Juni 2018,” kata Deddy.

    Jalan tol ini akan  menghubungkan jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan jalan tol Palimanan- Kanci   yang  sudah  beroperasi serta akses jalan tol  Trans Jawa. Tol Cisumdawu juga merupakan salah satu akses menuju Bandara Internasional Kertajati di Majalengka.

    Jalan tol Cisamdawu menelan biaya investasi Rp 8,41 triliun. Jalan tol ini  dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Adapun pemenang tender untuk pengerjaan seksi III hingga VI adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), yang akan mengerjakan  jalan tol sepanjang 30 kilometer. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.