BPS Tinggalkan Survei Menggunakan Kertas

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengumumkan Berita Resmi Statistik bersama Direktur Statistik Distribusi Anggoro Dwitjahyono dan Direktur Statistik Harga Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, 2 Juni 2017. TEMPO/Dest

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mulai meninggalkan penggunaan kertas untuk melakukan survei. "Sekarang kami sedang kembangkan Go Digital, untuk berbagai survei yang dilakukan BPS," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa, 26 September 2017.

Simak: BPS Bangun Sistem Big Data Nasional

Survei secara digital menggunakan tablet yang dibawa oleh tim survei. Namun, belum semua survei bisa dilakukan secara digital. "Baru survei holtikulturan, prilaku anti korupsi, kekerasan perempuan, yang sudah tidak menggunakan kertas," ujarnya. "Survei skala besar masih membutuhkan kertas."

Suhariyanto melihat hasil survei yang menggunakan perangkat digital lebih efisien. Bahkan, hasil survei melalui perangkat tabet hasilnya lebih akuran dan tervalidasi dengan baik. "Yang disurvei juga kalau tidak konsisten, tidak bisa pindah ke lebar berikutnya," ucapnya.

Dengan menggunakan program Go Digital, diharapkan BPS bisa mengurangi jumlah surveior dan beban percetakan kertas yang semakin mahal. "Memang untuk membeli i-Pad perlu dana yang besar," ujarnya. "Tapi, penggunaannya bisa mengurangi biaya lain."

 

IMAM HAMDI






Sisi Lain Kebijakan ASO, Digital adalah Efisiensi

3 hari lalu

Sisi Lain Kebijakan ASO, Digital adalah Efisiensi

Adanya efisiensi itu membuat siaran digital memiliki keuntungan.


Perusahaan Teknologi Rayu Eks Staf Twitter, Setelah 3.700 Kena PHK Elon Musk

3 hari lalu

Perusahaan Teknologi Rayu Eks Staf Twitter, Setelah 3.700 Kena PHK Elon Musk

Twitter melakukan PHK besar-besaran dengan sedikit peringatan menyusul pengambilalihan platform media sosial yang kacau oleh Elon Musk.


OJK: Gap Antara Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Makin Menurun

3 hari lalu

OJK: Gap Antara Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Makin Menurun

Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK) yang dilakukan OJK menunjukkan indeks inklusi keuangan tahun 2022 telah mencapai 49,68 persen


Direktur Grab Indonesia Sebut Peluang Bisnis Digital di Indonesia Masih Terbuka Lebar

4 hari lalu

Direktur Grab Indonesia Sebut Peluang Bisnis Digital di Indonesia Masih Terbuka Lebar

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan bahwa kota-kota kecil memiliki potensi bisnis digital yang besar.


Tips Pilih Investasi Digital agar Tak Tertipu

6 hari lalu

Tips Pilih Investasi Digital agar Tak Tertipu

Pakar mengajak masyarakat mengenali ragam investasi digital agar terhindar dari penipuan. Berikut sejumlah tips investasi digital bagi pemula.


Mengenal Tuvalu, Negara Terkecil ke-4 di Dunia yang Ingin Pindah Jadi Negara Digital di Metaverse

6 hari lalu

Mengenal Tuvalu, Negara Terkecil ke-4 di Dunia yang Ingin Pindah Jadi Negara Digital di Metaverse

Tuvalu diperkirakan akan tenggelam akhir abad ini. Pemerintah berencana membuat negara mereka versi digital.


Badai PHK Melanda Raksasa Digital

7 hari lalu

Badai PHK Melanda Raksasa Digital

Badai pemutusan hubungan kerja atau PHK kembali melanda perusahaan teknologi digital di Tanah Air


Banyak Manfaat Digital Detox, Interaksi Sosial hingga Kualitas Tidur

8 hari lalu

Banyak Manfaat Digital Detox, Interaksi Sosial hingga Kualitas Tidur

Digital detox ketika seseorang menahan diri tidak menggunakan perangkat seperti ponsel, televisi, komputer, tablet, dan mengakses media sosial


Jokowi Pimpin KTT G20: Kebocoran Data Digital Rugikan Ekonomi Global USD 5 Triliun

10 hari lalu

Jokowi Pimpin KTT G20: Kebocoran Data Digital Rugikan Ekonomi Global USD 5 Triliun

Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan tiga tujuan trasformasi digital yang harus dicapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.


Tilang Manual Dihapus, Survei Lemkapi: 82,5 Persen Responden Percaya Polri Kian Bagus

10 hari lalu

Tilang Manual Dihapus, Survei Lemkapi: 82,5 Persen Responden Percaya Polri Kian Bagus

Edi Hasibuan mengatakan tilang manual dihapus untuk pelanggaran lalu lintas membuat Polri semakin dipercaya masyarakat.