Ketua MPR Ajak Muballigh dan Ulama Berantas Korupsi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagai sosok yang tidak berhenti ceramah, Muballigh dan Ulama penting untuk diberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Sebagai sosok yang tidak berhenti ceramah, Muballigh dan Ulama penting untuk diberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    INFO NASIONAL - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak para ulama dan muballigh untuk memberantas korupsi dengan menolak politik uang dan memilih pemimpin terbaik dengan akal sehat.  “Pilihlah (kepala daerah atau anggota DPR) dengan akal sehat dan rasional, yang bisa melakukan perubahan, amanah, dan sungguh-sungguh membawa kemajuan,” ujarnya dalam acara Orasi Kebangsaan di Pelantikan DPW Badan Koordinasi Muballigh dan Ulama Seluruh Indonesia (BAKOMUBIN) di Gedung Nusantara V MPR RI, Selasa , 26 September 2017.

    Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pengarah BAKOMUBIN KH Anwar Sanusi, Ketua Umum BAKOMUBIN Deddy Ismatullah, serta ratusan Kyai dan Ulama dari seluruh Indonesia . Dia menyatakan bahwa MPR siap bersinergi dengan Muballigh dan Ulama untuk mewujudkan Indonesia yang demokratis, bersih dari korupsi dan berkeadilan.

    Zulkifli sadar pentingnya peran Muballigh dan Ulama di masyarakat. Menurutnya, sebagai sosok yang tidak berhenti ceramah, Muballigh dan Ulama penting untuk diberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Mubaligh dan Ulama dekat dengan masyarakat. Jika mereka sudah paham maka diharapkan mereka ikut menyebarkan nilai-nilai kebangsaan,” ungkap Zulkifli.

    Pada kesempatan itu, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa saat ini Pilkada menjadi salah satu problem bangsa Indonesia. Karena calon yang menggunakan uang, maka ketika terpilih menjadi kepala daerah dia akan mencari uang.

    Saat ini, bahkan dalam dua minggu sekali terjadi operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kalau segala urusan menggunakan uang, milih DPR dan kepala daerah memakai uang, begini jadinya, OTT dimana-mana,”  katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.