Dolar AS Menguat, Rupiah Turun Dua Poin

Reporter

Editor

Anisa Luciana

Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah Selasa pagi, 26 September 2017, bergerak melemah tipis sebesar dua poin menjadi Rp 13.326 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Dolar AS menguat menyusul masih adanya potensi kenaikan suku bunga AS pada tahun ini," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Selasa, 26 September 2017.

Ia mengemukakan bahwa Presiden Fed New York, William Dudley, menyatakan The Fed berada di jalur untuk kenaikan suku bunga bertahap mengingat faktor yang melemahkan inflasi "memudar" dan fundamental ekonomi AS mulai terlihat membaik.

Kendati demikian, lanjut Ariston, penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia, termasuk rupiah, masih cenderung terbatas di tengah harga minyak mentah dunia yang meningkat.

Baca: Aksi Pelaku Pasar Uang Kuatkan Rupiah Empat Poin

"Mata uang komoditas seperti rupiah masih mendapatkan dukungan dari kenaikan harga minyak mentah sehingga pelemahannya terbatas," katanya.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude menguat 0,06 persen menjadi 52,25 per barel, dan Brent Crude naik 0,56 persen menjadi 59,35 per barel.

Analis PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, menambahkan bahwa nilai tukar rupiah cenderung masih bergerak mendatar. Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-day Reverse Repo Rate) menjadi salah satu faktornya.

"Sebagian pelaku pasar kembali melakukan kalkulasi pasca kebijakan Bank Indonesia itu," katanya.

Pada Senin sore, 25 September 2017, nilai tukar rupiah bergerak menguat tipis sebesar empat poin menjadi Rp 13.308 per dolar AS.

ANTARA






Ciputra Resmi Akuisisi 15 Persen Saham Metropolitan Land Senilai Rp 367,4 M

13 November 2021

Ciputra Resmi Akuisisi 15 Persen Saham Metropolitan Land Senilai Rp 367,4 M

Ciputra Development melalui anak perusahaannya, Ciputra Nusantara resmi mengakuisisi 15 persen saham Metropolitan Land.


IHSG Hari Ini Diperkirakan Masih Tertekan di Kisaran 5.803-5.960, Apa Sebabnya?

1 Februari 2021

IHSG Hari Ini Diperkirakan Masih Tertekan di Kisaran 5.803-5.960, Apa Sebabnya?

Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini, Senin, 1 Februari 2021, diperkirakan masih tertekan.


2019, Ekonom Prediksi Nilai Tukar Rupiah Rata-rata Rp 14.725

6 Desember 2018

2019, Ekonom Prediksi Nilai Tukar Rupiah Rata-rata Rp 14.725

Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardana memperkirakan rupiah pada 2019 akan berada pada level Rp 14.725 per dolar Amerika Serikat.


IHSG Diprediksi Rebound Hari Ini, Tetap Waspadai Rupiah

18 Juli 2018

IHSG Diprediksi Rebound Hari Ini, Tetap Waspadai Rupiah

Pergerakan kurs rupiah diprediksi tetap mempengaruhi IHSG hari ini.


Infobank Beri Penghargaan untuk 100 Emiten Berkinerja Baik

25 Januari 2018

Infobank Beri Penghargaan untuk 100 Emiten Berkinerja Baik

Lembaga analis strategi perbankan dan keuangan, Infobank, akan memberikan penghargaan kepada 100 emiten dengan pertumbuhan tercepat.


Dibuka Menguat, IHSG Tiba-tiba Anjlok 14,09 Poin

3 Januari 2018

Dibuka Menguat, IHSG Tiba-tiba Anjlok 14,09 Poin

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebelum tiba-tiba turun.


IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

6 Desember 2017

IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Untuk investasi jangka panjang, IHSG diprediksi akan memberi keuntungan.


Dolar Menguat, Rupiah Tertekan ke Level Rp 13.587

26 Oktober 2017

Dolar Menguat, Rupiah Tertekan ke Level Rp 13.587

Rupiah ditutup melemah 0,07 persen atau 9 poin di Rp 13.587 per dolar AS.


Rupiah Kembali Melemah, Ditutup di Level Rp 13.578 Per Dolar AS

25 Oktober 2017

Rupiah Kembali Melemah, Ditutup di Level Rp 13.578 Per Dolar AS

Rupiah tertekan penguatan dolar Amerika Serikat saat imbal hasil obligasi Amerika meningkat.


5 Hari Melemah, Kurs Rupiah Akhirnya Kembali Rebound

24 Oktober 2017

5 Hari Melemah, Kurs Rupiah Akhirnya Kembali Rebound

Rupiah ditutup menguat 0,07 persen atau 10 poin di Rp 13.533 per dolar AS.