UMKM Lebih Butuh Ini Ketimbang Penurunan Suku Bunga Kredit

Pengrajin merapikan intan yang telah selesai digosok di Pusat Informasi Pariwisata dan Penggosokan Intan (PIPPI) di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 12 Mei 2016. Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata dan UMKM di Kalimantan Selatan, Bank Indonesia bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten telah mendirikan PIPPI Martapura, di mana intan merupakan salah satu ikon di Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lebih membutuhkan kemudahan akses mendapatkan kredit dari perbankan ketimbang penurunan suku bunga kredit. “Bunga tidak terlalu seksi alias biasa saja. Karena yang dibutuhkan dalam amanah Undang-undang No.20 tahun 2008 yakni akses kemudahan memperoleh permodalan itu,” kata Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan dan Menengah Indonesia atau Akumindo, Ikhsan Ingratubun saat dihubungi Tempo, Senin, 25 September 2017.

Meski begitu, UMKM tetap menyambut baik keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya beberapa waktu lalu. Karena pada gilirannya bunga kredit turun menjadi tujuh persen.

Baca: Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Diprediksi Masih Sulit Menguat

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen. Suku bunga deposit turun 25 basis poin menjadi 3,5 persen. Sedangkan suku bunga fasilitas pinjaman turun 25 basis poin menjadi 5 persen. Keputusan tersebut efektif berlaku Senin kemarin.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Filianingsih Hendarta, mengatakan, penurunan suku bunga acuan akan diikuti penurunan suku bunga kredit. Fili berharap turunnya suku bunga acuan 7 Days Repo Rate dapat menjadi acuan perbankan menekan biaya riil penghimpunan dana (cost of fund). ”Kalau harga pokok dasarnya sudah rendah, cost of fund juga bisa lebih rendah,” kata dia di kantornya, akhir pekan lalu.

Menurut Fili, kemampuan bank menurunkan suku bunga kreditnya bergantung pada intermediasi perbankan. Bank yang efisien dalam mengelola harga dana, tenaga kerja, hingga cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) memiliki peluang lebih besar. ”Semoga bank-bank bisa segera menuntaskan konsolidasinya lebih efektif dan efisien dalam pembiayaan, sehingga suku bunga kredit bisa turun.

Lebih jauh, Ikshan menilai masih ada ketidaksesuaian kebijakan pemerintah dengan praktik di lapangan selama ini. Salah satunya terkait Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Pasal 10 di bagian empat yang menyebutkan agunan KUR adalah usaha yang dibiayai pemerintah. Pasalnya, pelaku usaha masih tetap dimintai agunan oleh bank.

Menurut Ikhsan, hal ini disebabkan karena beberapa bank diharuskan untuk meraup untung. Sehingga para debitor akan tetap dimintai agunan oleh bank. “Ternyata perbankan juga ada unsur yang namanya undang-undang BUMN dan mereka harus mendapat profit. Sehingga mereka minta kami untuk memberikan agunan,” kata Ikhsan yang juga pemilik Restoran Raja Konro Daeng Naba ini.

Pendapat yang sama juga diutarakan pengusaha Sate Taichan T.Bob, Puspita Sari. Sari mengeluhkan akses menuju kredit usaha mikro yang masih saja dimintai agunan oleh bank.

“Kalau penurunan bunga menurut kita biasa saja, tidak seksi. Tapi bagi kami pengusaha mikro tolonglah kami dimudahkan untuk diberikan pinjaman tanpa agunan,” kata Sari saat dihubungi Tempo, Selasa 26 September 2017.

Sari tidak ambil pusing dengan suku bunga kredit tinggi apabila diperbolehkan meminjam tanpa agunan. Menurut dia, adanya agunan bagi UMKM mempersulit mereka yang baru ingin memulai usaha.

ALFAN HILMI






Ekonomi Global Tak Menentu, Bos OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Terjaga

3 hari lalu

Ekonomi Global Tak Menentu, Bos OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Terjaga

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memastikan stabilitas sektor jasa keuangan saat ini tetap terjaga.


Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

4 hari lalu

Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve akan mencapai puncak.


Berikut Daftar Lima Sentimen Warnai Industri Properti Tahun Depan

5 hari lalu

Berikut Daftar Lima Sentimen Warnai Industri Properti Tahun Depan

Pengembang di Indonesia diimbau untuk mewaspadai sejumlah sentimen negatif yang membayangi kinerja sektor properti pada 2023.


Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

7 hari lalu

Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

Rupiah menguat 0,85 persen dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp 15.563.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

8 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

8 hari lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

9 hari lalu

Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan Indonesia memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi perekonomian global yang bergejolak.


Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

14 hari lalu

Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang rupiah ditutup melemah 7 poin.


BNI Seoul: Kenaikan Suku Bunga The Fed Menjadi Tantangan Bisnis

15 hari lalu

BNI Seoul: Kenaikan Suku Bunga The Fed Menjadi Tantangan Bisnis

Kenaikan suku bunga acuan The Fed beberapa kali sepanjang tahun 2022 memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan bisnis perbankan.


Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

17 hari lalu

Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 16 poin ke level Rp 15.696 per dolar AS dalam perdagangan Selasa sore, 22 November 2022.