Senin, 17 Desember 2018

Sekretaris BUMN: LRT dan Kereta Cepat Tak Lewati Meikarta

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan proyek LRT, di koridor 1 Kelapa Gading, Jakarta Utara, 28 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Suasana pembangunan proyek LRT, di koridor 1 Kelapa Gading, Jakarta Utara, 28 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro mengatakan,  jalur  light rail transit (LRT) Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan melintasi proyek pembangunan Meikarta di kawasan Cikarang.

    Baca juga: Dikelilingi Proyek Pemerintah, Lokasi Meikarta Dinilai Strategis

    "Untuk LRT ini, stasiun paling ujung itu di Bekasi Timur, jadi jauh dari proyek Meikarta," kata Imam dalam rapat Panitia Kerja di DPR membahas asumsi dasar, pendapatan, defisit dan pembiayaan RAPBN 2018 di Jakarta, Senin, 25 September 2017.

    Pernyataan Imam tersebut untuk menjawab pertanyaan anggota Badan Anggaran Iskandar Dzulkarnain Syaichu yang menanyakan kelanjutan proyek LRT yang  dikaitkan dengan proyek pembangunan Meikarta.

    "Proyek Meikarta tidak ada hubungannya dengan LRT ini. Saya tidak tahu kalau mereka mau membangun (rel LRT) untuk kompleksnya sendiri," ujar Imam.

    Selain itu, Imam juga memastikan proyek infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, tidak melewati kawasan properti itu.

    "Untuk kereta cepat Jakarta Bandung, kami tidak ada plan untuk stasiun Meikarta. Tidak ada stasiun untuk penumpang turun di sekitar Meikarta," katanya.

    Chief Marketing Officer Lippo Homes, Jopy Rusli, dalam sebuah konferensi pers, Agustus 2017, mengatakan Meikarta dekat dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT. Meikarta akan membangun stasiun kereta cepat sehingga jarak tempuh ke Bandung atau Jakarta hanya sekitar 20 menit.

    Dalam rapat Panitia Kerja tersebut, sejumlah anggota Badan Anggaran juga mempertanyakan Penyertaan Modal Negara bagi PT KAI sebesar Rp3,6 triliun guna pembangunan infrastruktur pada 2018.

    Imam mengatakan tambahan PMN ini diberikan untuk menyelesaikan proyek pembangunan LRT Jakarta yang total memakan biaya sebesar Rp9 triliun.

    Ia memastikan PMN untuk PT KAI ini tidak akan dimanfaatkan untuk proyek pembangunan kereta cepat yang investornya berasal dari swasta.

    "PMN yang diberikan ini bagian dari keseluruhan equity yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan  light rail transit (LRT). Total Rp9 triliun, dengan Rp4 triliun sudah dalam APBN, Rp3,6 triliun dianggarkan ke 2018, dan Rp1,4 triliun sudah di Adhi Karya," kata Imam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".