Jabar Terus Tingkatkan Sertifikasi Tanah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai menjadi Pembina Upacara Hari Agraria Nasional Tahun 2017 dan Pencanangan Pekan Olahraga di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat, Bandung,  Senin, 25 September 2017.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai menjadi Pembina Upacara Hari Agraria Nasional Tahun 2017 dan Pencanangan Pekan Olahraga di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat, Bandung, Senin, 25 September 2017.

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar  mengatakan, pihkanya  akan  terus meningkatkan jumlah sertifikasi tanah setiap tahun.  Hingga saat ini, dari sekitar 19 jua bidang tanah di Jabar, baru 7 juta bidang atau sekitar 30 persen yang  bersertifikat.

    “Kalau tahun ini 800 ribu, tahun depan harus bertambah menjadi 1 juta bidang tanah. Tahun 2019  harus lebih besar lagi target sertifikasinya,” ujar Deddy Mizwar usai menjadi Pembina Upacara Hari Agraria Nasional Tahun 2017 dan Pencanangan Pekan Olahraga di lingkungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat, Bandung,  Senin, 25 September 2017.

    Wagub berjanji akan mendukung kebutuhan BPN terkait program sertifikasi tanah. ‘’ Saya kira ini (sertifikasi tanah) adalah kepastian hukum di samping ada keuntungan ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh para pemilik tanah,” kata Demiz, sapaan akrab Wagub.

    Demiz  juga berpesan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat  agar  membantu kerja Kantor ATR/BPN untuk mendorong sertifikasi tanah di wilayahnya masing-masing. “Sehingga  nanti akan terhindar konflik perselisihan yang tidak perlu,’’ ujar dia.

    Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Demiz,  Menteri ATR/BPN RI, Sofyan A Djalil menuturkan, konflik pertanahan dan partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan modern terkendala oleh terbatasnya jumlah tanah yang sudah terdaftar dan bersertifikat.

    Kementerian ATR/BPN dibentuk guna menyatukan fungsi tata ruang dan pertanahan, sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.  Untuk itu, Kementerian ATR/BPN saat ini tengah fokus pada Program Reforma Agraria untuk mengurangi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan aset tanah dan penguatan hak masyarakat atas tanah/hutan adat.

    “Reforma Agraria merupakan suatu proses yang berkesinambungan demi kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dalam bidang pertanahan dalam rangka mencapai kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar  Sofyan Djalil.

    Menurut Sofyan Djalil, sampai dengan akhir 2016, baru sekitar 45 persen jumlah bidang tanah yang sudah terdaftar di seluruh Indonesia. Kementerian ATR/BPN  akan menyelesaikan pemetaan, registrasi, dan sertifikasi tanah di seluruh Indonesia hingga 2025.

    Dalam upacara ini, Wagub mewakili Presiden Joko Widodo  memberikan  Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 73 PNS yang telah  mengabdi  10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun di lingkungan  ATR/BPN Jawa Barat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.