Menteri Amran Klaim Penerapan HET Beras Berhasil

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman seusai pengukuhan DPP Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia 2017-2022 di Kementerian Pertanian, 21 Agustus 2017. Tempo/M Hendartyo Hanggi W

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim penerapan Harga Eceran Tertinggi beras sejauh ini bebas dari reaksi keras dan gangguan. Dengan kata lain, hampir semua pengusaha dan petani beras menerapkan harga beras baru yang ditetapkan oleh pemerintah sejak awal September 2017 lalu.

"Semua pengusaha beras premium mengikuti regulasi yang ada," ujar Amran saat memberikan sambutan di acara Jambore Peternakan Nasional 2017, Cibubur, Jakarta Timur, Ahad, 24 September 2017.

Sebagaimana diketahui, pemerintah mengambil langkah menerapkan HET beras untuk memastikan harga beras stabil dan tak dimanipulasi lagi. Hal itu menyusul temuan satgas pangan bahwa beras dengan harga non premium kerap dimanipulasi agar seolah premium secara tampilan dan harga.

Adapun HET beras diatur berdasarkan zonasi yaitu Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi yang selama ini dianggap sebagai wilayah produsen beras. Di wilayah-wilayah tersebut, harga beras medium ditetapkan Rp9.450/kg dan premium Rp 12.800/kg. Harga tersebut bisa berubah di daerah-daerah tertentu yang infrastruktur transportasi dan distribusinya belum mumpuni.

Amran optimistis kondisi HET beras yang diterima pengusaha ini akan terus bertahan. Dan, jika bertahan, ia beranggapan bahwa tak tertutup kemungkinan harga pangan yang lain ikut terpengaruhi. "Kami yakin harga beras juga akan makin stabil ke depannya," ujar Amran.

Sebagai catatan, pekan ini merupakan batas akhir dari masa penyesuaian dengan HET beras. Oleh karena itu, pengusaha, pedagang, atau pemasuk beras yang belum mengikuti acuan HET beras tahun depan berpotensi dikenai sanksi oleh Satgas Pangan.

ISTMAN MP






Safari Ganjar Lima Hari Terakhir: Kunjungi Bali, Makassar, hingga Mamuju

56 hari lalu

Safari Ganjar Lima Hari Terakhir: Kunjungi Bali, Makassar, hingga Mamuju

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar lawatan ke luar daerah sejak Kamis, 6 Oktober 2022 lalu. Sejumlah daerah Ganjar kunjungi antara lain Bali, Makassar, hingga Mamuju


Setelah Kontroversi Penundaan Pemilu, Muhaimin Iskandar Didukung Jadi Capres

1 Maret 2022

Setelah Kontroversi Penundaan Pemilu, Muhaimin Iskandar Didukung Jadi Capres

Muhaimin Iskandar kembali mendapatkan dukungan untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2024. Kali ini disandingkan dengan Amran Sulaiman.


KPK Periksa Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman

18 November 2021

KPK Periksa Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman

KPK memeriksa mantan Mentan Amran terkait dengan kasus yang menjerat bekas Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman.


Resmikan Pabrik Biodiesel Jhonlin, Jokowi Minta Pengusaha Tak Hanya Produksi CPO

21 Oktober 2021

Resmikan Pabrik Biodiesel Jhonlin, Jokowi Minta Pengusaha Tak Hanya Produksi CPO

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada hari ini meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.


Sidang Gugatan Mentan ke Majalah Tempo Digelar Hari Ini

9 Desember 2019

Sidang Gugatan Mentan ke Majalah Tempo Digelar Hari Ini

Sidang gugatan perdata mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terhadap laporan Majalah Tempo kembali digelar hari ini.


Berkas Belum Lengkap, Sidang Gugatan Majalah Tempo Ditunda Lagi

9 Desember 2019

Berkas Belum Lengkap, Sidang Gugatan Majalah Tempo Ditunda Lagi

Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya menggugat laporan investigasi Majalah Tempo terkait pemberitaan edisi 9-15 September 2019.


Mentan Gugat Majalah Tempo 100 M, Syahrul Yasin Limpo: Belum Tahu

7 November 2019

Mentan Gugat Majalah Tempo 100 M, Syahrul Yasin Limpo: Belum Tahu

"Aku belum tahu, tuh," kata Syahrul Yasin Limpo menanggapi gugatan perdata terhadap Majalah Tempo.


Janji Mentan Syahrul Yasin Limpo: Berantas Mafia Pertanian

25 Oktober 2019

Janji Mentan Syahrul Yasin Limpo: Berantas Mafia Pertanian

Syahrul Yasin Limpo resmi menjabat sebagai Mentan menggantikan Andi Amran Sulaiman .


Tak Lagi Mentan, Amran Sulaiman Balik jadi Pengusaha

25 Oktober 2019

Tak Lagi Mentan, Amran Sulaiman Balik jadi Pengusaha

Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan tugasnya menjadi Menteri Pertanian selama lima tahun masa baktinya pada pemerintahan Jokow pada jilid pertama.


Data Pangan Bermasalah, Syahrul Yasin Limpo: 100 Hari Selesai

25 Oktober 2019

Data Pangan Bermasalah, Syahrul Yasin Limpo: 100 Hari Selesai

Saat sertijab ke Menteri Pertanian Syahrul Yasin, LimpoAndi Amran Sulaiman membeberkan 92 persen sampel untuk mengolah data lahan sawah tak akurat.