Industri Asuransi Jiwa Menikmati Wind-Fall

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Rabu, 14 September 2016 23:03 WIB

Executive Vice President of Partnership Business Manulife Indonesia Hans De Waal (kanan) bersama Retail Banking Product Management Head Bank Danamon Sonny Wahyubrata (kiri), menjawab pertanyaan wartawan tentang produk Asuransi Jiwa Manulife saat konferensi pers di Semarang, Jateng, Senin (30/7). ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO.CO, Jakarta - Industri asuransi jiwa menikmati wind- fall pengalihan investasi dari deposito ke produk bancassurance akibat melambatnya penyaluran kredit oleh perbankan Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwas raya, menuturkan perlambatan kredit dan pertumbuh- an dana pihak ketiga yang terjadi pada saat bersamaan membuat perbankan mengalami pertumbuhan semu. Untuk mengendalikan kondisi ini pihak bank membuka peluang kepada nasabahnya agar menempatkan investasi se kaligus asuransinya di produk bancassurance .


“Bank perlu sumber dana guna membayar bunga. Jadi biasanya produk bancassurance akan ditawarkan. Bukan kanibal, tapi membuka kesempatan, sehingga bank dapat mendorong memperbesar fee based,” kata Hary belum lama ini.


Hary mengatakan kondisi ini terlihat dari membesarnya perolehan premi produk yang memiliki karakeristik serupa dengan deposito. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan jumlah premi yang telah diraup Jiwas raya. Dia hanya menyebutkan hingga Agustus 2016 per- usahaan telah membukukan dana kelolaan Rp26 triliun dengan pendapatan investasi Rp1,9 triliun. Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), menuturkan produk bancassurance sebagai alternatif penempatan dana relatif lebih mudah diterima oleh nasabah. Pasalnya produk ini dalam pemasarannya tetap bekerja sama dengan bank walau bukan merupakan bagian dari produk perbankan.


Sementara itu, Edy Tuhirman, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, mengatakan windfall ini biasanya dinikmati oleh produk asuransi tradisional seperti endowment . Adapunun tuk produk unit-linked pemegang dana tetap mengutamakan imbal hasil dan metode penge- lolaan investasinya. “Fenomena itu terjadi untuk produk tradisional, sedangkan kami jualannya unitlinked . Karena performance and ARMS terbukti maka jualan unit-linked

meningkat,” kata Edy, Selasa (13 September 2016).


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melun curkan Surat Edaran 32 /SEOJK.05/2016 tentang Saluran Pemasaran Produk Asuransi Melalui Kerja Sama dengan Bank atau bancas-surance .


SE OJK yang ditetapkan pada 30 Agustus 2016 dan mulai berlaku pada 1 September 2016 tersebut secara umum mengatur perusahaan asuransi yang melakukan pemasaran produk asuransi melalui bancassurance .Regulasi tersebut menyatakan kerja sama perusahaan asuransi dan bank dikategorikan sebagai bancassurance

bila menggunakan salah satu dari tiga model yang ada, yakni referensi, kerja sama distribusi, dan integrasi produk. Perusahaan yang akan memasarkan pro duk

asuransi melalui bancassurance mesti meme-nuhi ketentuan tingkat kesehatan keuangan dan tidak sedang dikenai sanksi administratif.


Selain itu, perusahaan asuransi mesti terlebih dahulu mencantumkan rencana kerja sama tersebut dalam rencana bisnis perusahaan pada tahun yang sama.



TANTANGAN LEBIH BESAR

Jika asuransi jiwa menikmati windfall, sebaliknya asuransi umum justru mengalami tantangan lebih besar. Eko Wari Santoso, Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, mengatakan premi asuransi kerugian yang bergantung dengan kerja sama dengan perbankan mengalami tekanan. Akan tetapi, dia menilai dampaknya baru akan terasa setelah enam bulan mendatang.


Kendati demikian, dia meyakini selama pertumbuhan ekonomi masih positif, pendapatan premi asuransi umum bakal tetap tumbuh. “Namun underwriting

-nya akan lebih ketat,” ujar Eko. Data yang dipublikasi Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan per Juni 2016 premi asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan sebesar 8,5% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu dari Rp8,11 triliun menjadi Rp7,42 triliun. Sementara, lini bisnis properti yang masih menjadi kontributor utama terhadap pertumbuh an premi industri dengan pertumbuhan 9,6% (year on year) yaitu dari Rp7,94 triliun menjadi Rp8,7 triliun.

BISNIS

Berita terkait

Banyak dibutuhkan di Bidang Asuransi, Mengenal Profesi Aktuaris

17 hari lalu

Banyak dibutuhkan di Bidang Asuransi, Mengenal Profesi Aktuaris

Menjadi seorang aktuaris memang tidak mudah karena dalam pekerjaannya mengaplikasikan beberapa ilmu sekaligus seperti matematika hingga statistika.

Baca Selengkapnya

HSBC Indonesia dan Allianz Life Luncurkan Asuransi Warisan, Khusus untuk Nasabah Premier

19 hari lalu

HSBC Indonesia dan Allianz Life Luncurkan Asuransi Warisan, Khusus untuk Nasabah Premier

HSBC Indonesia dan Allianz Life meluncurkan produk asuransi berbentuk warisan atau Premier Legacy Assurance untuk nasabah premiernya. Produk perencanaan warisan ini dikonsep sebagai solusi perlindungan sekaligus dukungan terhadap kehidupan keluarga nasabah yang sejahtera di masa depan.

Baca Selengkapnya

KCIC Periksa Kesesuaian Tiket Penumpang Whoosh untuk Kebutuhan Pemberian Asuransi Perjalanan

37 hari lalu

KCIC Periksa Kesesuaian Tiket Penumpang Whoosh untuk Kebutuhan Pemberian Asuransi Perjalanan

Apabila data yang diisi pada tiket tidak sesuai dengan identitas aslinya, maka penumpang Whoosh tersebut tidak ter-cover oleh asuransi.

Baca Selengkapnya

Tony Benitez Ditunjuk jadi CEO dan Presdir Baru Prudential Indonesia

55 hari lalu

Tony Benitez Ditunjuk jadi CEO dan Presdir Baru Prudential Indonesia

Prudential Indonesia menunjuk Tony Benitez sebagai CEO dan Presiden Direktur menggantikan Michellina Laksmi Triwardhany per 1 Maret 2024.

Baca Selengkapnya

PTUN Menangkan Kresna Life, Pengamat Asuransi: Preseden Buruk bagi Industri Keuangan

55 hari lalu

PTUN Menangkan Kresna Life, Pengamat Asuransi: Preseden Buruk bagi Industri Keuangan

Putusan PTUN yang membatalkan keputusan OJK ihwal pencabutan izin usaha Kresna Life dinilai sebagai preseden buruk bagi industri keuangan.

Baca Selengkapnya

Dikalahkan Kresna Life di PTUN, OJK Ajukan Banding

55 hari lalu

Dikalahkan Kresna Life di PTUN, OJK Ajukan Banding

OJK akan mengajukan banding atas kasusnya melawan Kresna Life.

Baca Selengkapnya

PTUN Batalkan Pencabutan Izin Usaha Kresna Life, Bagaimana Respons OJK dan Seperti Apa Kronologinya?

55 hari lalu

PTUN Batalkan Pencabutan Izin Usaha Kresna Life, Bagaimana Respons OJK dan Seperti Apa Kronologinya?

PTUN Jakarta mengabulkan gugatan Michael Steven ihwal pembatalan keputusan OJK mengenai pencabutan izin usaha Kresna Life. Bagaimana respons OJK?

Baca Selengkapnya

KPK Selidiki Korupsi di PT Taspen, Begini Modus Investasi Fiktif Ala Taspen Life

58 hari lalu

KPK Selidiki Korupsi di PT Taspen, Begini Modus Investasi Fiktif Ala Taspen Life

Dugaan korupsi di PT Taspen, Taspen Life dengan modus investasi fiktif menambah daftar panjang kasus penyelewengan dana asuransi di Indonesia

Baca Selengkapnya

Prudential Indonesia Luncurkan Asuransi Jiwa PRUFuture, Targetkan Milenial dan Gen Z

22 Februari 2024

Prudential Indonesia Luncurkan Asuransi Jiwa PRUFuture, Targetkan Milenial dan Gen Z

Prudential Indonesia pada awal tahun ini telah meluncurkan Asuransi Jiwa PRUFuture. Produk ini merupakan perlindungan jiwa jangka panjang.

Baca Selengkapnya

Thailand Luncurkan Jaminan Kesehatan untuk Turis Asing sampai Rp438 Juta

17 Februari 2024

Thailand Luncurkan Jaminan Kesehatan untuk Turis Asing sampai Rp438 Juta

Kompensasi turis di Thailand berdasarkan kasus, misalnya, jika kehilangan penglihatan atau cacat permanen, besarnya adalah Rp131 juta.

Baca Selengkapnya