Minggu, 25 Juli 2021

Hari Ini, Nasib PKPU Anak Usaha Sritex Akan Diputuskan

Reporter:

Bisnis.com

Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

Selasa, 25 Mei 2021 09:27 WIB

Suasana pabrik tekstil PT Sritex. Sritex.co.id

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada hari ini akan membacakan putusan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap salah satu anak usaha Grup Sritex, PT Senang Kharisma Textil (SKT).

Agenda pembacaan putusan itu digelar usai majelis hakim PN Semarang membacakan kesimpulan sidang pada Kamis pekan lalu. "Pembacaan putusan, Selasa, 25 Mei 2021 di Ruang Sidang Prof. Oemar Seno Aji, SH pukul 10.00,"demikian informasi yang dikutip, Senin, 24 Mei 2021.

Gugatan ini adalah yang kedua bagi PT Senang Kharisma Textil. Perusahaan yang terafiliasi dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) itu sebelumnya baru saja lolos dari PKPU yang diajukan oleh PT Bank QNB Indonesia.

Advertising
Advertising

Adapun permohonan PKPU kali ini diajukan oleh PT Nutek Kawan Mas ke Pengadilan Niaga Semarang pada Senin, 10 Mei 2021 dan mulai disidangkan pada hari Selasa, 18 Mei 2021. Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 16/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg.

Dalam petitum gugatannya, pihak pemohon meminta majelis hakim mengabulkan empat pokok gugatannya. Keempat gugatan itu adalah:

Pertama, mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan terhadap PT Senang Kharisma Textil untuk seluruhnya dan menyatakan perusahaan tersebut berada dalam PKPU dengan segala akibat hukumnya.

Kedua, menetapkan PKPU Sementara terhadap PT Senang Kharisma Textil untuk jangka waktu paling lama 45 hari sejak dibacakannya putusan ini.

Ketiga, menunjuk dan mengangkat hakim pengawas dari hakim-hakim pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Semarang untuk mengawasi proses PKPU terhadap PT Senang Kharisma Textil.

Keempat, menunjuk dan mengangkat Verry Sitorus dan Akhmad Henry Setyawan sebagai tim pengurus dalam proses PKPU atau tim kurator jika PT Senang Kharisma Textil dinyatakan pailit.

Sebelumnya, PT Senang Kharima Textil juga mendapatkan gugatan PKPU dari Bank QNB Indonesia. Gugatan QNB diajukan pada Selasa (20/4/2021) dengan nomor 13/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg. Dalam gugatan itu, CEO Sritex Iwan Setiawan Lukminto dan istrinya, Megawati, ikut jadi pihak tergugat.

Pada akhir April 2021, Direktur Keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, Allan Moran Severino dalam suratnya kepada BEI menjelaskan bahwa Bank QNB merupakan salah satu kreditur Senang Kharisma Textil. Adapun kewajiban yang harus dibayar mencapai Rp 100,9 miliar.

Hanya saja, perusahaan ini statusnya tidak masuk dalam anak usaha Sritex. "Laporan keuangan Senang Kharisma Textil terpisah dari Sri Rejeki Isman," kata Allan seperti dikutip dari penjelasannya ke BEI, 26 April 2021.

BISNIS

Baca: Sritex Berstatus PKPU, Bagaimana Nasib Utang Rp 554,62 Miliar di Bank BJB?