Pertamina Siapkan Dua Skema Penyaluran Elpiji 3 Kilogram

Rabu, 4 Juli 2018 16:22 WIB
Sejumlah warga antri untuk mendapatkan gas 3 kg saat Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg di Cimahi, Jawa Barat, 5 Maret 2015. Langkanya gas elpiji 3 kg menyebabkan harga melonjak di pasaran, warga pun menyerbu Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg yang disebar di tiap kelurahan di Kota Cimahi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengatakan pihaknya tengah membuat dua skema untuk penyaluran elpiji 3 kilogram nonsubsidi. Skema pertama adalah menggunakan barcode.

Nicke mengatakan penggunaan barcode merupakan upaya pemerintah untuk melakukan pengawasan dan distribusi yang tepat kepada masyarakat. "Barcode sedang diproses, itu cara untuk Pertamina memonitor dan mengawasi distribusi dari elpiji itu sendiri," ucapnya, Rabu, 4 Juli 2018.

Baca: Isi Ulang Elpiji Bright Gas 3 Kg Dijual Rp 39 Ribu per Tabung

Selain itu, Pertamina akan menerapkan sistem kartu untuk penyaluran elpiji 3 kilogram. Penerapan sistem kartu tersebut, kata Nicke, juga melihat dari pengalaman Bulog mendistribusikan beras bersubsidi. "Bulog juga melakukan untuk beras. Penerapan barcode atau kartu tidak masalah, karena itu juga akan memudahkan dalam penyaluran subsidinya," katanya. 

Nicke menjelaskan, elpiji nonsubsidi dan subsidi 3 kilogram dapat dibedakan dari warna tabung tersebut. "Yang 3 kilogram nonsubsidi warna pink dan subsidi tetap warna hijau."

Baca: Elpiji 3 Kg Langka, Bojonegoro dan Lamongan Gelar Operasi Pasar

Pertamina sebelumnya memutuskan mengeluarkan elpiji nonsubsidi Bright Gas ukuran 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan konsumen, lantaran sebagian masyarakat mampu masih memilih menggunakan elpiji 3 kilogram yang disubsidi.

Elpiji nonsubsidi 3 kilogram dapat dibeli di agen sekitar dengan harga Rp 184 ribu, dan Rp 187 ribu di SPBU COCO termasuk isinya. Sedangkan untuk isi ulang di agen Rp 39 ribu dan Rp 42 ribu di SPBU COCO.

 

Baca Juga