Close

Dahlan Iskan Akan Bentuk BUMN Khusus Outsourcing

Kamis, 11 April 2013 | 09:54 WIB

Dahlan Iskan Akan Bentuk BUMN Khusus Outsourcing
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengikuti Rapat Kerja, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/4). Menteri BUMN Dahlan Iskan hadir guna membahas sejumlah agenda di antaranya kalkulasi aset BUMN, nasib tenaga kerja kontrak perusahaan BUMN dan rencana penggabungan sejumlah BUMN dalam satu holding untuk mempermudah sistem kerja dan koordinasi. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan punya ide untuk mengatasi masalah tenaga outsourcing di lingkungan perusahaan pelat merah. Dia berencana membentuk anak usaha BUMN yang khusus menampung para pekerja outsourcing di lingkungan BUMN.

"Ini ide yang sedang kami pikirkan. Nanti akan dibicarakan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi," kata Dahlan dalam rapat kerja dengan Komisi Tenaga Kerja DPR, Rabu, 10 April 2013. Ide ini, menurut dia, diharapkan dapat memutus penggunaan tenaga alih daya di sejumlah BUMN.

Sesuai Peratuan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, penggunaan tenaga alih daya hanya diperbolehkan untuk beberapa posisi saja, seperti cleaning service dan petugas keamanan. Di lain pihak, saat ini masih banyak BUMN yang mempekerjakan tenaga alih daya untuk pekerjaan utama. Misalnya, penggunaan tenaga alih daya untuk petugas pencatat meteran listrik di Perusahaan Listrik Negara.

Bila BUMN khusus outsourcing jadi dibentuk, Dahlan menyatakan semua karyawan yang kini bekerja sebagai tenaga alih daya di BUMN akan ditarik dan ditampung di sana. Mereka akan diangkat menjadi pegawai tetap. Pembagian tugas dan pengorganisasian kerja dengan perusahaan lama akan ditangani oleh BUMN khusus ini.

Dahlan berharap pengangkatan tenaga alih daya menjadi pegawai tetap akan meningkatkan kinerja BUMN. "Kalau dia sudah tetap, ada karier, dan penghargaan, tentu kinerjanya akan lebih optimal."

Meski begitu, Dahlan mengakui ide pembuatan anak usaha khusus outsourcing ini tak mudah dilaksanakan. Salah satu kendalanya adalah besarnya jumlah BUMN yang ada, yakni mencapai 141 perusahaan.

Setiap perusahaan pelat merah ini pun memiliki kebutuhan tenaga kerja yang beragam. Dia mengatakan akan mendiskusikan lagi rencana ini dengan lebih spesifik bersama Menakertrans, Muhaimin Iskandar.

IRA GUSLINA SUFA

Topik terpopuler:
Sprindik KPK
| Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

Berita lainnya:
Kronologi Penangkapan Penyidik Pajak Pargono 

Kisah 'Memalukan' Persibo Bojonegoro di Hong Kong 

Pembalap Asep Hendro Pekerjakan Pemuda Garut 

Video 'Damai' di Bea Cukai Bali Muncul di YouTube 

Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru