Close

Sri Mulyani, Wanita Paling Berpengaruh Dunia ke-72

Kamis, 23 Agustus 2012 | 15:01 WIB

Sri Mulyani, Wanita Paling Berpengaruh Dunia ke-72
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa (kanan) menyambut Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati (kiri) saat bertemu di Jakarta, (12/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, New York - Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes, Kamis, 23 Agustus 2012. Direktur Operasional Bank Dunia ini menjadi wanita paling berpengaruh nomor 72.

Forbes menganggap Sri Mulyani sebagai sosok yang berpengaruh karena berhasil membenahi sistem fiskal di Indonesia. Adapun hal itu dilakukan Sri saat menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia selama periode 2005-2010.

Kanselir Jerman Angela Merkel terpilih menjadi wanita paling berpengaruh di dunia nomor satu. Ini adalah kedua kalinya sang kanselir menjadi wanita paling berpengaruh di dunia.

“Wanita-wanita berkuasa ini memberikan pengaruhnya dengan berbagai cara untuk berbagai tujuan, dan semua menghasilkan dampak berbeda bagi komunitas global,” kata Moira Forbes, Presiden dan penerbit Forbes Woman.

Daftar wanita paling berpengaruh versi Forbes ini meliputi 100 wanita dari 28 negara yang rata-rata berusia 55 tahun. Di antaranya terdapat 25 CEO perusahaan yang menghasilkan pendapatan US$ 984 miliar.

Forbes menyusun peringkat para wanita terkenal, mulai dari pengambil kebijakan, pebisnis, dan selebriti, berdasarkan tingkat pengaruh, kekayaan, dan pemberitaan di media.

FORBES | BBC | ISTMAN MP

Berita Terpopuler
Penjualan Bank Mutiara Jangan Dipaksakan

Lebaran, Konsumsi Pertamax Naik 100 Persen

Transaksi Masih Akan Sepi

India Akan Restrukturisasi Utang US$ 35 Miliar

Indeks Berpeluang Dekati Level Tertingginya

Harga Ekspor Gas ke Fujian Ditargetkan Naik 2013

2013, Dana Bansos Naik Jadi Rp 4 Triliun



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan