Rudiantara Minta Harga Ponsel 4G Turun Jadi Rp 500 Ribuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berbicara saat mengahdiri Konferensi pers Petisi Industri dan Masyarakat Telematika menanggapi putusan Mahkaman Agung kasus kerjasama Indosat-IM2 di Jakarta, 5 November 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berbicara saat mengahdiri Konferensi pers Petisi Industri dan Masyarakat Telematika menanggapi putusan Mahkaman Agung kasus kerjasama Indosat-IM2 di Jakarta, 5 November 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menargetkan, dalam tiga tahun ke depan, harga perangkat penyedia 4G bisa terjangkau di angka Rp 500-600 ribu. Dengan begitu, kata dia, ponsel dengan teknologi 4G minimal menjadi ponsel sejuta umat.

    Menanggapi pernyataan Rudiantara, CTO at PVV Group Hisense Indonesia Ferrij Lumoring mengatakan perangkatnya tidak membutuhkan teknologi 5G. Bahkan harga ponsel di bawah Rp 1 juta dipastikan Ferrij sudah bukan sekadar angan-angan. "Kami, pada 2012, bareng Smartfren, di bawah brand Andromax, dan lebih dari 4 juta handset yang terjual itu smartphone,” tuturnya dalam acara diskusi "4G What's Next?" di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Senin, 7 Desember 2015. “Kalau memang harus di bawah Rp 1 juta, itu memang sudah kejadian."

    Teknologi yang semakin maju, kata Ferrij, bukan untuk membuat ponsel semakin murah, melainkan bisa dipakai untuk memajukan ekonomi masyarakat. "Apalagi saat ini banyak ibu rumah tangga yang masuk bisnis e-commerce," ucapnya. "Ekonomi akan lebih maju dengan 4G."

    Setelah itu, Rudiantara meminta sejumlah perusahaan operator seluler membangun model bisnis untuk memasuki teknologi 5G. "Setelah 4G, saya berikan ruang kepada teman-teman operator untuk membangun model bisnis agar lebih solid. Tanpa model bisnis, kita enggak bisa masuk 5G," tuturnya.

    Rudiantara mengungkapkan, saat ini di kementeriannya tidak ada yang mengurusi 5G karena dinilai akan membuang waktu. Berbeda dengan Jepang, yang berencana mengembangkan 5G pada 2020. "Jepang itu 5G pada 2020 karena akan ada Olimpiade. Kita enggak usah ikut-ikutan," ucapnya.

    Lebih jauh Rudiantara menjelaskan, program kerjanya hanya akan berfokus pada broadband dan efisiensi sampai 2019. Selain dua hal tersebut yang tidak berkaitan, Rudiantara menganggap hal itu akan menghabiskan uang rakyat.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.