Kamis, 15 November 2018

Alasan Pertamina Tak Turuti Surat Setya Novanto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR, Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua DPR, Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina membenarkan ada surat masuk atas nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto yang isinya antara lain meminta Pertamina segera membayar biaya penyimpanan bahan bakar minyak kepada PT Orbit Terminal Merak (OTM). Namun Pertamina belum memenuhi permintaan tersebut.

    Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Ahmad Bambang, menyatakan, perusahaannya belum membayar biaya penyimpanan bahan bakar minyak kepada PT Orbit Terminal Merak. Alasannya, Pertamina masih menunggu renegosiasi yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan rampung.

    "Mungkin karena itu PT OTM minta bantuan pihak lain," kata Ahmad kepada Tempo, Rabu, 18 November 2015.

    Ahmad Bambang menjelaskan kontrak sewa terjadi pada Oktober 2014, sebelum dia menjabat Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina. Dia lalu meminta renegosiasi tarif, toleransi losses, dan jenis produk yang hingga kini masih berjalan. "Selama belum ada titik temu, kami belum membayar satu sen pun."

    Surat atas nama Setya Novanto dilayangkan ke Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Dalam surat tertanggal 17 Oktober, Pertamina diminta segera membayar biaya penyimpanan. Selama ini, Pertamina menyimpan bahan bakar di PT OTM.

    Menurut Ahmad Bambang, Pertamina tidak terpengaruh dengan cara yang dilakukan PT OTM. Pertamina, dia memastikan, tetap profesional. "Keputusan akhir tetap ada di jajaran direksi, bukan direktur utama atau saya sendiri," kata Ahmad Bambang.

    Hal senada sebelumnya juga disampaikan Dwi. Pertamina, menurut Dwi, bersikap profesional dengan surat yang dikirim atas nama Setya Novanto. "Pihak yang berkaitan dengan adendum tersebut adalah Pertamina dan PT OTM langsung. Kami sedang mempelajari dengan jajaran direksi dan tim terpadu mengenai kerja sama tersebut," ujar mantan Dirut Semen Gresik Indonesia itu.

    Setya Novanto melampirkan sejumlah dokumen dalam surat itu. Misalnya, notulensi rapat negosiasi awal antara Pertamina dan PT Orbit Terminal Merah perihal penyesuaian kapasitas tangki timbun di PT Orbit Terminal Merak, surat review kerja sama pemanfaatan terminal BBM Merak, dan lainnya.

    Dalam surat itu, Setya Novanto juga menyinggung Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya yang kini sebenarnya ditempati Ahmad Bambang.

    "Sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari Bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga, sekiranya kami dapat dibantu mengenai adendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan, dan penyerahan bahan bakar minyak di Terminal Bahan Bakar Minyak antara PT pertamina (Persero) dan PT Orbit Terminal Merak yang sudah Bapak terima beberapa minggu lalu," demikian isi suratnya.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.