BI Prediksi Ketidakstabilan Ekonomi hingga Maret 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur BI Agus DW Martowardojo, resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur BI Agus DW Martowardojo, resmikan penerbitan uang NKRI pecahan seratus ribu rupiah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, 18 Agustus 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memprediksi gonjang-ganjing ekonomi akan berlangsung sampai tahun depan.

    "Risk-on risk-off-nya sampai Maret tahun depan," katanya saat ditemui di SMP Pangudi Luhur, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Ketidakstabilan ekonomi ini menunggu kepastian soal kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Kondisi ini akan menyebabkan situasi menjadi terus dinamis.

    Terkait dengan inflasi, Agus mengatakan, berdasarkan survei, pada pekan ketiga Agustus, inflasi mencapai 0,6-0,65 persen. "Ini memang cukup tinggi," ujarnya.

    Agus menambahkan, inflasi ini disebabkan oleh faktor biaya transportasi, harga daging ayam, dan harga telur ayam. Faktor-faktor penyebab itu cukup menekan sehingga menyebabkan inflasi.

    Bank Indonesia, menurut Agus, sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyikapi hal ini. "Untuk meyakinkan ini segera direspons," katanya.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.