Selasa, 23 Oktober 2018

PT KAI Daop IV Semarang Tambah Mesin Cetak Tiket Mandiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mencetak tiket mandiri, Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 2 Maret 2015. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015, harga tiket kereta api naik 30-60 persen. ANTARA/ M Agung Rajasa

    Sejumlah penumpang mencetak tiket mandiri, Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 2 Maret 2015. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 17 tahun 2015, harga tiket kereta api naik 30-60 persen. ANTARA/ M Agung Rajasa

    TEMPO.COSemarang - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) IV Semarang menambah mesin cetak tiket mandiri (CTM) di sejumlah stasiun yang ada. Tambahan mesin cetak mandiri itu untuk mendukung layanan tiket daring (online ticketing) di wilayah PT KAI Daop IV Semarang.

    “Ini sebagai penunjang karena 60 persen penumpang di Daop IV Semarang mengunakan layanan saluran tiket eksternal,” kata Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop IV Semarang Suprapto, Rabu, 1 Juli 2015.

    Tambahan layanan mesin cetak tiket mandiri terutama diletakkan di enam stasiun besar, di antaranya Stasiun Semarang Tawang sebanyak empat unit, Stasiun Semarang Poncol tiga unit, Stasiun Tegal dua unit, Stasiun Pemalang satu unit, dan Stasiun Pekalongan 12 unit. Pemasangan juga dilakukan di Stasiun Cepu, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Ngerombo, Stasiun Randublatung, dan Stasiun Weleri. “Masing-masing satu unit,” kata Suprapto menambahkan. 

    Selain penambahan fasilitas penunjang, PT KAI menetapkan masa posko angkutan selama 26 hari. Rinciannya, masa pra-Lebaran selama 15 hari mulai H-15 hingga H-1 atau 2 hingga tanggal 16 Juli 2015. Sedangkan angkutan Lebaran selama dua hari saat Lebaran 1 dan 2 atau 17-18 Juli 2015 dan masa purna Lebaran selama sembilan hari sejak H+1 hingga H+9 pada 19 hingga 27 Juli 2015.

    “Jadwal posko perdananya akan mulai pada besok tanggal 2 juli 2015,” katanya.

    Kepala Daop IV PT KAI Semarang Sucipto Susilohadi menyatakan layanan angkutan Lebaran ini akan difokuskan pada peningkatan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan. “Itu merupakan fokus dari layanan transportasi kereta api yang harus lebih baik dibandingkan dengan tahun yang lalu,” kata Sucipto.

    Ia memprediksi puncak angkutan Lebaran kali ini jatuh pada masa H+7 atau pada 25 Juli 2015 dengan jumlah penumpang sebanyak 25.121 orang. “Naik dari masa puncak angkutan Lebaran 2014 pada H+4 dengan jumlah 23.547 penumpang,” katanya. 

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.