Kamis, 15 November 2018

Pasar Domestik Lesu, Semen Padang Garap Pasar Ekspor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh melakukan bongkar muat semen di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Sulsel, Sabtu (11/8). ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Sejumlah buruh melakukan bongkar muat semen di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Sulsel, Sabtu (11/8). ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski permintaan semen dalam negeri masih lesu, PT Semen Padang tetap menargetkan produksi 7,3 juta ton tahun ini.

    Direktur Utama Semen Padang Benny Wendry mengatakan perseroan tetap menargetkan produksi 7,3 juta ton dari kapasitas terpasang 7,6 juta ton dengan tambahan beroperasinya pabrik cement mill di Dumai, Riau berkapasitas 900.000 ton tahun lalu.

    "Kami tetap pertahankan target produksi. Strateginya adalah menggarap pasar ekspor untuk mengejar penjualan," katanya, Selasa (19/5/2015).

    Adapun, sepanjang tahun lalu, perusahaan semen tertua di Asia Tenggara itu mencatatkan realisasi produksi 98,08% dari rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) sebesar 6,67 juta ton, dan realisasi penjualan 98,59% dari RKAP sebesar 7,2 juta ton.

    Sedangkan pada pengujung 2016, perkiraannya kapasitas produksi Semen Padang sudah menyentuh 10,4 juta ton dengan beroperasinya pabrik baru Indarung VI dengan kapasitas 3 juta ton.

    Peningkatan kapasitas produksi itu diharapkan mampu meningkatkan market share perseroan di wilayah Sumatra hingga 45%, dan mengisi pasar nasional di kisaran 12%-13%.

    Sementara itu, untuk 3 bulan ke depan, perseroan sudah mendapatkan komitmen ekspor sebanyak 170.000 ton ke pasar Asia Selatan. "Untuk 3 bulan ke depan sudah ada kesepakatan (ekspor), kami juga jajaki Afrika dan Timur Tengah," ujarnya.

    Menurutnya, permintaan semen yang masih rendah di awal tahun ini, perlu diantisipasi dengan membuka pasar-pasar baru.Terutama pasar ekspor yang juga dipersiapkan sebagai market jangka panjang Semen Indonesia Grup.

    Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) per April 2015 mencatatkan penjualan Semen Padang turun 7,7% dari bulan yang sama tahun lalu atau dari 520.063 ton menjadi 480.017 ton. Sedangkan sepanjang 4 bulan pertama tahun ini, penjualan turun 7% dari 2,13 juta ton menjadi 1,98 juta ton.

    Adapun, konsumsi di Sumatra sebagai basis penjualan Semen Padang mulai menunjukkan perbaikan dengan tumbuh 5,1% per April atau 981.421 ton dari bulan yang sama tahun lalu 933.886 ton.

    Namun, sepanjang awal 2015 permintaan semen di Sumatra masih negatif 1,8% dari 3,90 juta ton tahun sebelumnya menjadi 3,83 juta ton.Sementara itu, untuk ekspor, Semen Padang membukukan 80.724 ton di kuartal pertama tahun ini. Diperkirakan angka ekspor masih akan tumbuh mengingat prioritas perusahaan menggarap pasar luar negeri.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.