Tidak Ada Perbaikan pada Pelayanan Transpotasi Publik

Reporter

Editor

Jumat, 19 September 2003 09:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai jasa pelayanan transportasi publik tahun 2001 tidak mengalami perbaikan. Baik dari pihak pemerintah maupun perusahaan operator dipandang sangat lemah dalam hal manajemen. “Anda lihat sendiri transportasi dalam kota, misalnya, bagaimana penuhnya, pintu tidak dapat dibuka, penumpang yang berdesak-desakan, rute yang seharusnya dijalani tidak dijalani,” kata Tini Hadad, anggota pengurus harian YLKI di sela diskusi “Program Perlindungan Konsumen Dalam Pelayanan Jasa Transportasi Publik”, Selasa (13/11), di Hotel Millenium, Jakarta.

Hal yang sama terjadi di sektor transportasi kereta api. Maraknya kecelakaan akibat kesalahan manusia (human error) merupakan indikasi adanya ketidakberesan dalam manajemen. “Karena kalau misalnya alasannya masinisnya mengantuk ini harus ada sebabnya mengapa ia mengantuk. Apakah ia kurang tidur, artinya manajemennya itu salah. Apakah gajinya kurang, atau apa,” kata dia menyinggung maraknya kecelakaan kereta api yang terjadi belakangan ini.

Masalah-masalah teknis dipandangnya juga sangat berkaitan erat dengan manajemen. “Misalnya lampu kerta api tidak menyala pada waktu kereta api harus lewat. Itu kan juga permasalahan manajemen. Itu yang harus diperbaiki,” tegas dia.

Untuk memperbaiki keadaan, YLKI akan membantu memberikan rekomendasi. “Nanti akan kita bikin semacam rekomendasi yang akan kita bawa ke pemerintah, DPR, dan DPRD,” kata dia sambil menambahkan bahwa sudah seharusnya para wakil rakyat tidak hanya mementingkan politik saja. (Zacharias Wuragil)

Berita terkait

Gerindra Ungkap Gelora Tak Tolak PKS Gabung ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

3 menit lalu

Gerindra Ungkap Gelora Tak Tolak PKS Gabung ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

Gerindra mengatakan Gelora tak tolak PKS gabung ke pemerintahan Prabowo.

Baca Selengkapnya

Wisuda Telkom University Bandung Kini Libatkan Penerjemah Berbahasa Isyarat

4 menit lalu

Wisuda Telkom University Bandung Kini Libatkan Penerjemah Berbahasa Isyarat

Disebutkan, banyak mahasiswa Telkom University Bandung adalah teman-teman disabilitas. Inklusi diklaim jadi fondasi utama.

Baca Selengkapnya

Seri Poco F6 Kembali Kantongi Sertifikasi, Peluncurannya Semakin Dekat

12 menit lalu

Seri Poco F6 Kembali Kantongi Sertifikasi, Peluncurannya Semakin Dekat

Poco F6 muncul di sertifikasi dengan nomor model "24069PC12G".

Baca Selengkapnya

Vivo Y38 5G Resmi Dirilis di Taiwan, Ini Spesifikasinya

13 menit lalu

Vivo Y38 5G Resmi Dirilis di Taiwan, Ini Spesifikasinya

Vivo Y38 5G memiliki chipset Snapdragon 4 Gen 2 dan RAM LPDDR4x 8 GB dengan penyimpanan internal UFS 2.2 256 GB.

Baca Selengkapnya

Kasus Mayat dalam Koper Bali, Tersangka Sempat Berupaya Hilangkan Barang Bukti

13 menit lalu

Kasus Mayat dalam Koper Bali, Tersangka Sempat Berupaya Hilangkan Barang Bukti

Tersangka kasus mayat dalam koper di Bali berupaya menghilangkan barang bukti.

Baca Selengkapnya

Banjir Selutut Orang Dewasa Menggenangi Sepaku, Begini Penjelasan Otorita IKN

16 menit lalu

Banjir Selutut Orang Dewasa Menggenangi Sepaku, Begini Penjelasan Otorita IKN

Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw membenarkan banjir menggenangi Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Jumat, 3 Mei 2024.

Baca Selengkapnya

Alasan PDIP Sebut Oposisi Perlu Ada dalam Pemerintahan

22 menit lalu

Alasan PDIP Sebut Oposisi Perlu Ada dalam Pemerintahan

PDIP menilai oposisi diperlukan dalam sistem pemerintahan.

Baca Selengkapnya

Atasi Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran, Kemendikbud Minta Kampus Evaluasi

27 menit lalu

Atasi Penerima KIP Kuliah yang Tidak Tepat Sasaran, Kemendikbud Minta Kampus Evaluasi

Viralnya kasus dugaan penerima KIP Kuliah bergaya hedon, Kemendikbudristek akan mengambil langkah.

Baca Selengkapnya

Dubes RI Resmikan Pesantren Pertama NU di Jepang

34 menit lalu

Dubes RI Resmikan Pesantren Pertama NU di Jepang

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi meresmikan pesantren pertama Nahdlatul Ulama (NU)

Baca Selengkapnya

Mengintip Restoran Bintang Michelin Tempat Lisa Blackpink Kencan dengan Frederic Arnault

34 menit lalu

Mengintip Restoran Bintang Michelin Tempat Lisa Blackpink Kencan dengan Frederic Arnault

Bagi yang ingin mencoba pengalaman Lisa Blackpink, harga makanan di restoran ini mulai dari 190 euro atau Rp3,3 juta per hidangan.

Baca Selengkapnya